Lagi, IS Hancurkan Artefak

Yanurisa Ananta
04/7/2015 00:00
Lagi, IS Hancurkan Artefak
(AFP/WELAYAT HALAB)
SEKALI lagi kelompok ekstremis Islamic State (IS) menghancurkan peninggalan bersejarah. Kali ini patung-patung kuno di situs bersejarah Palmyra, Suriah. Salah satunya ialah patung Singa al-Lat berusia sekitar 2.000 tahun, setinggi 3 meter, dan seberat 15 ton.

Menteri Urusan Kepurbakalaan Suriah Maamoun Abdelkarim menyatakan setidaknya ada delapan patung yang dihancurkan kelompok IS di Palmyra.

"Anggota kelompok IS, pada Sabtu (27/6), menghancurkan Singa al-Lat. Itu merupakan kejahatan paling serius yang mereka lakukan di wilayah warisan bersejarah Palmyra," jelas Abdelkarim, Kamis (2/7).

Menurut data badan PBB urusan budaya, UNESCO, patung Singa al-Lat merupakan patung dewi Arab yang dibangun pada masa pra-Islam, sekitar abad pertama sebelum Masehi. Patung itu pertama kali disingkap pada 1977 dalam misi tim arkeologi dari Polandia. Adapun Kota Palmyra merupakan kota peninggalan bersejarah yang telah berdiri sejak 2.000 tahun silam.

Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova menyatakan IS tengah melakukan 'pembersihan budaya' yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Apa yang kita lihat hari ini di Irak dan Suriah belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kontemporer," kata Bokova kepada lembaga think tank Royal United Services Institute (RIS) di London, Inggris.

Seperlima situs bersejarah di Irak kini dalam kendali IS. Bokova juga menegaskan aktivitas penghancuran patung bersejarah itu bukan tanpa pertimbangan keuangan. Dalam keterangannya, Bokova menyebut artefak dijual ke kolektor pribadi atau pasar. Selanjutnya uang digunakan untuk pendanaan milisi.

"Ini merupakan aktivitas pendanaan dan mereka (IS) berusaha keras untuk mendapatkannya. Kami juga mengetahui bahwa pihak-pihak berkonflik menjualnya (patung) ke beberapa pedagang dan ke kolektor pribadi, atau ke pasar," kata Bokova.

Pada Kamis (2/7), IS juga menyebar rekaman anggotanya yang sedang menghancurkan patung dari Palmyra yang diselundupkan melalui provinsi bagian utara. Dengan demikian, kata Bokova, hal ini terjadi secara sistematis. "Kehancuran ini bukan hanya akan berlanjut. Ini sedang terjadi dengan dasar yang sistematis. Penjarahan tempat bersejarah dan museum, terutama di Irak, sudah mencapai skala industrial," tegas Bokova.

Tewas
Sementara itu, pemimpin bom bunuh diri IS sekaligus perekrut anggota IS, Tariq bin Tahar al-Awni al-Harzi, 33, dilaporkan tewas dalam serangan udara di Suriah. Kapten Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) Jeff Davis menyatakan Harzi terbunuh di sebelah utara Kota Shadaddi pada 16 Juni lalu.

Pihak Pentagon meyakini terbunuhnya Harzi akan berdampak pada pergerakan IS berikutnya. "Kematiannya akan memengaruhi kemampuan IS untuk mengintegrasikan pejuang asing ke pertarungan Suriah dan Irak," kata Davis.

Harzi dinyatakan bertanggung jawab atas pergerakan milisi dan material ke Suriah dan Irak. Ia juga yang menggalang dana untuk merekrut anggota milisi dan fasilitas perjalanan, serta terlibat dalam pengadaan dan pengiriman senjata dari Libia menuju Suriah. Adik Harzi, yakni Ali, yang juga perekrut anggota sekaligus terlibat dalam serangan Benghazi pada 2012, terbunuh juga akibat serangan udara di Irak sehari sebelumnya. (CNN/AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya