Menteri Korup Pura-Pura Gila saat Diadili

(AFP/yanurisa Ananta/I-1)
18/6/2016 01:40
Menteri Korup Pura-Pura Gila saat Diadili
(AFP/ARGENTINE POLICE)

ULAH seorang pejabat di Argentina ini sungguh keterlaluan. Dia menyimpan uang dan permata hasil korupsinya di sebuah biara. Jose Lopez, demikian nama pejabat itu, ialah mantan menteri dan juga bekas anggota parlemen di negara tersebut. Dia tepergok sejumlah suster di biara tersebut. Mereka lalu memanggil polisi. Awalnya, para suster tidak tahu bahwa pria yang melempar kantong plastik lewat tembok itu mantan menteri. Setelah polisi datang, mereka baru tahu ternyata pria itu Lopez, menteri pekerjaan umum di era pemerintahan Cristina Ferenandez de Kirchner.

Sang mantan menteri itu pun langsung ditahan dengan dugaan pencucian uang. "Ia harus bisa jelaskan asal usul uang itu," kata ketua kabinet, Marcos Pena. "Lopez mengatur segalanya yang terkait dengan pekerjaan umum di bawah pemerintahan sebelumnya. Tindakannya membuktikan bahwa ada masalah besar terkait dengan transparansi dan korupsi," lanjut Pena. Setelah pemerintahan Cristina Fernandez berakhir Desember lalu, Presiden Argentina Mauricio Macri berjanji memberantas korupsi.

"Penangkapan ini sangat mengagetkan. Ia seseorang yang pernah memimpin kementerian pekerjaan umum, yang kita tahu menjadi sarang korupsi di masa lalu," imbuh Pena. Pada awalnya, menurut polisi, Lopez sempat mengelabui para biarawati yang memergokinya dengan mengatakan ia berencana mendonasikan uang itu ke biara. Media lokal memberitakan jumlah uang itu senilai US$7 juta atau sekitar Rp93 miliar, dalam mata uang dolar, yen, dan euro.

Kepala polisi Buenos Aires, Cristian Ritondo, mengatakan Lopez tertangkap tangan dengan 6 tas, sebuah koper, dan senjata. Menurut Ritondo, saat ditangkap pelaku terlihat sangat stres. Di persidangan yang digelar Kamis (16/6) atau Jumat WIB, Lopez yang kini berusia 55 tahun menunjukkan gejala itu dengan memukul-mukul kepalanya. Dia juga berteriak minta kokain.

Salah seorang pengacara yang mendampingi di persidangan, Fernanda Herrera, membenarkan bahwa kliennya punya masalah dengan kesehatan mental. Dia juga meminta dilakukan pemeriksaan terkait dengan kejiwaan Lopez. Sebenarnya, saat ditangkap Lopez telah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa, tapi dokter menyatakan kondisinya baik-baik saja, fisik maupun mental. Bahkan, tekanan darahnya pun normal. Entah ini sekadar taktik untuk menghindari jerat hukum atau memang dia betul-betul stres takut dibui lantaran perbuatannya.

Yang pasti, dia harus dapat membuktikan dulu asal semua harta yang diperolehnya dan maksud dia menyembunyikan di dalam biara. Sejauh ini, Lopez juga dikenai tuduhan pencucian uang. Mantan kepala pengadilan auditor di Argentina, Leandro Despouy, menyatakan dia telah lama mencurigai Kirchner dan jajaran pemerintahannya melakukan pencucian uang. "Uang haram itu biasanya selalu dalam bentuk tunai," kata Despouy.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya