Anggota Parlemen Inggris Tewas Ditembak dan Ditikam

Damar Iradat
17/6/2016 06:59
Anggota Parlemen Inggris Tewas Ditembak dan Ditikam
(Jo Cox --Yui Mok/PA via AP)

ANGGOTA parlemen Inggris Jo Cox ditembak dan ditikam hingga tewas pada Kamis (16/6) waktu setempat. Kabar tewasnya Cox membuat gempar Britania Raya dan berakibat pada penghentian sementara kampanye referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa.

Cox merupakan anggota parlemen dari kubu oposisi, Partai Buruh. Dia juga menjadi salah satu anggota yang paling vokal soal keanggotaan Inggris di Uni Eropa.

Kepolisian West Yorkshire mengatakan, seorang pria berusia 52 tahun telah ditangkap oleh aparat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Senjata pembunuhan juga telah ditemukan.

"Kami tidak dalam berada posisi untuk membicarakan motif penembakan kali ini," ungkap Kepala Polisi sementara Dee Collins, Kamis (16/6).

Sementara itu, seorang saksi mata, Hichem Ben-Abdallah, mengatakan dirinya melihat seorang laki-laki mengeluarkan pistol dari tasnya dan langsung menembak Cox dua kali.

"Saya melihat perempuan itu langsung terbaring di lantai dan darah keluar dari kepalanya," kata dia.

Saksi itu juga menyebut, penyerang Cox sempat berteriak 'Britain first', sebuah kelompok nasionalis beraliran kanan.

Dalam situs resminya, kelompok itu menggambarkan diri sebagai partai politik yang patriotik dan kelompok pertahanan jalanan. Akan tetapi, deputi pimpinan grup itu tidak setuju dengan aksi tersebut dan menilai aksi itu sebagai tindakan menjijikan.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, David Cameron turut berduka atas tewasnya Cox. Kematian Cox dianggap sebagai sebuah tragedi.

"Kita telah kehilangan salah satu bintang. Dia adalah salah satu anggota parlemen yang memiliki hati yang besar," ucap Cameron.

Dalam kesempatan itu, Cameron juga memastikan aktivitas kampanye referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa dihentikan sementara.

Belum dapat dipastikan, dampak apa yang akan terjadi pascatewasnya Cox. Namun, beberapa analis berspekulasi, tewasnya Cox akan mendorong pihak yang pro bertahan dalam Uni Eropa.

Sebab, dalam beberapa hari terakhir, pihak yang mendukung Inggris bertahan tertinggal jauh dari pihak yang menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya