Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN armada perahu nelayan pro-Brexit (Inggris keluar Uni Eropa) berlayar menyusuri Sungai Thames, London, Rabu (15/6) waktu setempat, menjelang referendum penentuan keanggotaan Inggris di Uni Eropa (UE), pekan depan. Sementara itu, Jerman memperingatkan, keluarnya Inggris dari UE bisa menjadi awal 'disintegrasi' blok itu. Sekitar 30 kapal nelayan melakukan konvoi melewati Tower Bridge sembari membunyikan klakson dan mengibarkan spanduk bertuliskan 'anti-Uni Eropa'. Kampanye yang dipimpin pemimpin UK Independence Party (UKIP), Nigel Farage, itu juga dilakukan untuk memprotes kebijakan perikanan UE. Event itu berubah menjadi ajang saling ejek dan kritik ketika kelompok pro-UE yang dikomandoi Bob Geldof melancarkan aksi yang sama di sungai itu.
Melalui pengeras suara, Geldof berteriak, "Nigel, kau seorang penipu." Aksi itu diluncurkan setelah Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron memperingatkan bahaya jika Inggris benar-benar memilih hengkang dari UE (Brexit) pada referendum 23 Juni ini. Ia mengatakan, Brexit akan menimbulkan gejolak ekonomi, seperti kenaikan pajak dan pemotongan belanja negara.
Peringatan Jerman
Sejauh ini sejumlah jajak pendapat menunjukkan pihak Brexit masih menguasai arena sehingga mendorong Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengeluarkan peringatan keras akan risiko yang bakal menimpa blok beranggotakan 28 negara itu. "Ini akan menjadi goncangan bagi UE yang mempersyaratkan saling menjamin dan bahwa UE harus terus tetap bersama-sama. Proses (perjalanan) integrasi selama puluhan tahun yang sangat sukses ini pada akhirnya berubah menjadi disintegrasi," katanya, di Brandenburg.
Steinmeier menyerukan kepada mayoritas warga di Inggris untuk membuat keputusan yang tepat, yakni tetap di UE.
"Eropa akan akan sangat timpang jika Inggris memutuskan hengkang," katanya saat berbicara dalam konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Prancis, Jean-Marc Ayrault. Sementara itu, Menteri Keuangan Britania Raya, George Osborne, yang berkampanye untuk menghalangi Inggris keluar dari UE, mengatakan Brexit hanya akan menyebabkan anggaran sekolah, rumah sakit, dan militer terpangkas.
"Berhenti dari keanggotaan UE akan memukul investasi, melukai para keluarga, dan membahayakan ekonomi Inggris," katanya memperingatkan. Namun, sikap Osborne itu langsung dilawan kubu di partainya sendiri, Partai Konservatif. Menteri Kehakiman, Michael Gove, yang pro-Brexit, mengajak setiap kalangan untuk tidak meyakini pernyataan Osborne. Sebanyak 57 deputi Konservatif mengutuk komentar Osborne sebagai sebuah 'pemerasan anggaran'. Mendekati referendum Brexit tersebut, jajak pendapat oleh Comres menunjukkan dukungan untuk Inggris bertahan di UE (Remain) ialah 46% dan dukungan untuk keluar (Leave) 45%. (AFP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved