SETIAP hari, ratusan warga Kuba berkumpul di alun-alun yang dijuluki 'taman keluhan' di Havana. Mereka menunggu di situ selama berjam-jam untuk mengantre guna mengurus permohonan visa ke Amerika Serikat (AS) di Gedung US Interests Section (USINT).
Gedung USINT berdiri pada bulevar Malecon di tepian pantai.
Gedung itu beroperasi sejak 1977, yakni 16 tahun setelah kedua negara putus hubungan. USINT berfungsi serupa dengan perwakilan AS di berbagai negara, termasuk pelayanan konsuler, urusan politik dan ekonomi, diplomasi publik, juga program pemrosesan pengungsi yang hanya ada di Kuba.
Pada Rabu (1/7), AS dan Kuba menyepakati perjanjian bersejarah dalam pemulihan hubungan diplomatik yang membeku selama 54 tahun. Kedua negara sepakat membuka lagi hubungan diplomatik pada 20 Juli mendatang.
Kuba mengindikasikan akan membuka kedutaan besar mereka di AS pada hari yang sama, sedangkan AS, tanpa tanggal pasti, bakal menjadikan Gedung USINT di Havana, Kuba, sebagai kedutaan besar mereka. Begitu mendengar kabar pembukaan lagi Kedubes AS di Gedung USINT, warga Kuba bergembira. "Semoga saja ini akan mengubah situasi," kata Maria Caridad Fernandez, 51, pemohon visa yang sudah tiga kali ditolak dalam beberapa tahun belakangan.
Begitu pula harapan Yunia Cisneros, 33, yang tengah mengajukan visa untuk bisa menghadiri festival musik di Carolina Utara, AS.
"Berita ini melambungkan harapan kami, warga Kuba, supaya ekonomi dan pertukaran budaya bisa membaik.
"Di Miami yang dikenal sebagai tempat komunitas eksil Kuba di AS, reaksi beragam muncul. Sandor Valdes, 36, yang sudah bermukim di AS selama 20 tahun, justru berpendapat, "Wah ini strategi cerdas, mengakhiri pemerintahan yang membawa bencana itu dengan menerapkan logika, komunikasi, dan berakal.
"Migueal Saavedra berpendapat sebaliknya. "Memiliki relasi dengan Kuba itu buruk sekali," kata Saavedra yang tergabung dalam kelompok Vigilia Mambisa yang anti-Castro--presiden Raul Castro beserta kakaknya, Fidel Castro.
Banyak kalangan berpendapat prioritas pemulihan hubungan kedua negara ialah pencabutan embargo AS atas Kuba yang diberlakukan sejak 1962.
Presiden AS Barack Obama telah meminta Kongres untuk mencabut embargo ekonomi yang telah diterapkan AS pada Kuba sebagai upaya menegakkan demokrasi di sana. Namun, banyak perwakilan Partai Republik yang menilai Obama telah salah langkah dengan memulihkan relasi. "Hubungan dengan rezim Castro tidak perlu dipulihkan kecuali Kuba telah menikmati kebebasan," kata juru bicara Partai Republik John Boehner.