Terlibat Skandal Uang, Gubernur Tokyo Mengundurkan Diri

Thomas Harming Suwarta
15/6/2016 15:46
Terlibat Skandal Uang, Gubernur Tokyo Mengundurkan Diri
(AP)

GUBERNUR Tokyo Yoichi Masuzoe, 67 mengajukan pengunduran diri, Rabu (16/6) menyusul dugaan pemakaian uang publik untuk keperluan pribadinya. Diduga, Masuzoe menggunakan uang tersebut untuk perjalanan keluarga, membeli barang mewah dan sejumlah pengeluaran pribadi lainnya.

Ia juga mengundurkan diri untuk menghindar dari mosi tidak percaya yang sedang disiapkan anggota parlemen. Kepastian mundurnya Yoichi dari jabatannya disampaikan langsung Juru Bicara Pemerintahan Kota Tokyo. "Kami telah diberitahu oleh gubernur bahwa pengunduran diri tersebut efektif per 21 Juni," katanya.

Meski pengunduran diri Masuzoe ini terjadi di tengah persiapan Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, yang dipastikan hal tersebut tidak akan terganggu, namun bagaimana pun tetap membuat malu.

Panitia terpaksa membatalkan desain stadion utama olimpiade karena biaya tinggi dan harus menghadapi tuduhan plagiarisme atas logo Olimpiade.

Masuzoe dikiritik karena dia dituduh menghambur-hamburkan uang rakyat melalui perjalanan dinasnya, pembelian karya-karya seni dan hiburan pribadi lainnya.

Meskipun dia membantah telah melakukan pelanggaran hukum tetapi ia mengaku telah melakukan tindakan yang tidak pantas. Ia bahkan di hadapan media berulang kali meminta maaf atas tindakanya tersebut.

Partai yang menaungi Masuzoe, Partai Demokrat Liberal yang adalah partai terbesar di parlemen Tokyo setuju untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap dia. Termasuk Partai Demokrat Liberal mendesak agar dia mundur sehingga tidak memengaruhi kredibilitas partai apalagi akan digelar Pemilihan Majelis Tinggi Parlemen pada Pemilu 10 Juli yang akan datang.

Sebelumnya, masalah Masuzoe mulai mencuata ke publik pada April lalu ketika muncul laporan bahwa ia menggunakan mobil dinasnya saat berlibur akhir pekan ke sebuah villa di selatan Tokyo. Tuduhan kemudian berlanjut pada kebiasaan sang Gubernur melakukan pembelanjaan barang-barang mewah dalam perjalanan dinasnya ke luarg negeri, termasuk memberikan fasilitas mewah untuk berekreasi bagi keluarganya.

Banyak kalangan menilai kebiasaan Masuzoe tidak pantas di tengah ekonomi Jepang yang stagnan. Ia diangkat Gubernur pada Februari 2014 lalu setelah pendahulunya Naoki Inose, yang tiba-tiba mengundurkan diri, juga karena skandal keuangan. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya