Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BARTER atau kegiatan tukarmenukar barang merupakan bentuk awal perdagangan saat manusia belum mengenal uang. Namun, boleh percaya atau tidak, sistem kuno yang diperkenalkan pertama kali oleh suku-suku Mesopotamia itu kini berlansung di Venezuela, negara pengekspor minyak terbesar dunia yang kini tengah dihantam krisis akut. Venezuela dibekap krisis yang mendalam, membuat kebutuhan pokok dan pasokan makanan langka. Laju infl asi Venezuela hampir menyentuh 500% dan diprediksi bakal menanjak hingga 700% tahun ini, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Masyarakat Venezuela kini mengandalkan pola barter untuk mendapatkan barang yang amat mereka butuhkan. Misalnya, 1 kg pasta bisa ditukarkan dengan satu paket popok bayi. Satu bungkus tepung bisa untuk membeli sebotol sampo. Warga membarter apa saja yang mereka miliki.
Namun, alat atau media perdagangan masyarakat negara di Amerika Selatan itu tentunya tidak sejadul sukusuku Mesopotamia dahulu. Sesuai dengan perkembangan teknologi di abad ke-21 ini, pola barter warga Venezuela pun mengandalkan aplikasi jejaring sosial Whatsapp, Facebook, dan Instagram. Teknologi telepon pintar telah membantu warga Venezuela bertahan hidup dari kepungan krisis. “Saya memiliki popok, saya akan menukarnya dengan satu kilo pasta,” kata sebuah pesan di satu grup obrolan di aplikasi pesan Whatsapp. Anggota lain dari grup obrolan itu melemparkan penawaran dengan mengatakan, “Saya hanya memiliki tepung. Saya akan tukar dengan pembalut wanita.”
Anggota lain lagi menyahut, “Bayi saya tidak punya susu, Aku butuh itu.” Seorang asisten guru, Plalla Alvarez, 34, mengatakan dia berbagi grup dengan sekitar 400 tetangga di Whatsapp dan selanjutnya 600 orang di Facebook. “Kami telah lupa seperti apa mengobrol tentang hal-hal lain. Semua berbicara tentang bagaimana untuk mendapatkan makanan, perlengkapan mandi, dan obat-obatan,” ujar dia. “Orangorang melakukan barter seperti ini di seluruh negeri,” timpalnya. Kelangkaan berbagai barang dan kebutuhan membuat warga di Venezuela harus mengantre di supermarket untuk membeli jatah barang bersubsidi.
“Saya tidak punya anak, tapi ketika saya mengantre dan menemukan ada popok hari itu, saya membelinya dan lalu menukarkannya untuk hal-hal yang saya butuhkan, seperti gula dan sabun,” ungkap Jophelin Primera, yang mengorganisasikan sebuah grup barter daring. Sebuah survei bulan lalu oleh firma jajak pendapat Datanalisis memperkirakan 80% ketersediaan barang-barang pangan dalam status tekor. (AFP/Haufan Hasyim Salengke/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved