Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Filipina, Selasa (14/6), memastikan bahwa kelompok ekstremis Abu Sayyaf telah memenggal satu lagi sandera, Robert Hall yang merupakan WN Kanada. Sebelumnya, pada April lalu, kelompok radikal itu juga memenggal John Ridel, warga Kanada yang juga mereka sandera. Seperti sandera sebelumnya, Hall akhirnya dipenggal setelah tuntutan uang tebusan sebesar 300 juta peso atau US$6,5 juta tidak dipenuhi. “Kami sangat mengutuk pembunuhan brutal dan tidak masuk
akal terhadap Tuan Robert Hall, warga negara Kanada yang disandera kelompok Abu Sayyaf, di Sulu selama sembilan bulan terakhir,” kata juru bicara kepresidenan Herminio Coloma, dalam sebuah pernyataan, Selasa (14/6).
Sebuah pernyataan dari pihak militer mengonfirmasi bahwa potongan kepala terpenggal ditemukan di dekat sebuah katedral di Jolo, sebuah pulau utama di Kepulauan Sulu yang merupakan salah satu benteng Abu Sayyaf. Sementara itu, saat memberikan pernyataan pada Senin malam, setelah Abu Sayyaf mengancam akan membunuh satu lagi sandera warga Kanada, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyatakan kemarah annya dan tetap tidak mau membayar uang tebus an. “Tindakan kejam dan brutal dari para penyandera telah menyebabkan kematian yang tidak perlu. Kanada tidak akan tinggal diam atas pembunuhan berdarah dingin dan tidak masuk akal ini,” kata Trudeau.
Dalam pernyataan itu, Trudeau juga kembali menegaskan kebijakan pemerintah Kanada yang tidak akan membayar tebusan dalam kasus itu, sebab, kata dia, hal itu justru akan semakin membahayakan warga Kanada. Hall ialah seorang pensiunan yang diculik dari sebuah kapal pesiar di sebuah resor wisata di Pulau Samal, sekitar 500 km (300 mil) di sebelah barat Sulu, Filipina. Sampai sejauh ini, kelompok militan Abu Sayyaf telah menculik puluhan warga Filipina dan orang asing termasuk ABK warga Indonesia sejak awal tahun lalu. Sebagian besar sandera telah dibebaskan. Meski demikian, kelompok itu diyakini masih menahan sedikitnya delapan orang, termasuk seorang peneliti unggas asal Belanda yang diculik pada 2012. Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang baru terpilih, dalam berbagai kesempatan, berjanji untuk memberantas semua kelompok radikal yang merongrong kewibawaan negara, termasuk Abu Sayyaf. Dia bersesumbar untuk menumpas kelompok
itu hingga ke akar-akarnya. (AFP/ths/I-1
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved