AS Didesak Awasi Peredaran Senjata Api

THOMAS HARMING SUWARTA
15/6/2016 04:10
AS Didesak Awasi Peredaran Senjata Api
(AP/ CURTIS COMPTON/ATLANTA JOURNAL-CONSTITUTION)

KASUS penembakan di Orlando, Amerika Serikat, Minggu (12/6), mengundang keprihatinan berbagai pihak. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra’ad al-Hussein, bahkan mengingatkan agar negeri adidaya itu membatasi penggunaan senjata api. Al-Hussein mendesak Washington untuk menjamin keselamatan warganya dari kasus kekerasan yang diakibatkan penggunaan senjata api. Seperti diberitakan, Minggu (12/6) lalu, seorang pria bersenjata memberondong pengunjung sebuah kelab malam khusus kaum gay di Orlando yang menewaskan sedikitnya 50 orang. Serangan itu merupakan yang terburuk sejak insiden 9 September (9/11) saat dua pesawat teroris menabrakkan diri ke menara kembar World Trade Center, 2001 silam.

Omar Mateen, pelaku penembakan di Orlando, ialah keturunan Afghanistan dan diduga terkait dengan jaringan Islamic State (IS). Di mata Al-Hussein, kasus itu terjadi lantaran mudahnya orang memperoleh senjata api. “Sulit untuk menghilangkan hal semacam itu jika orang dengan mudah masih bisa memperoleh senjara api beserta pelurunya, apalagi mereka yang punya catatan kriminal atau ektremis.’’ Berdasarkan laporan Badan Hak Asasi Manusia PBB, negara-negara yang membatasi penggunaan senjata api terbukti mampu mengurangi tingkat kejahatan. “Di Amerika ada ratusan juta senjata api beredar dan setiap tahun ribuan orang terbunuh atau terluka lantaran hal tersebut.” Pihak FBI menyatakan telah menyelidiki latar belakang Mateen dan dia dinyatakan tak terkait dengan ekstremis atau kelompok radikal, meski mungkin terpengaruh propaganda IS. Satu hal yang pasti, dia memang memiliki senapan ataupun pistol yang dibelinya secara resmi.

Presiden AS Barack Obama meminta kongres yang didominasi Partai Republik untuk mau meninjau ulang soal kepemilikan senjata api. Selama ini, Obama yang diusung Partai Demokrat beberapa kali menyerukan agar kepemilikan senjata api di AS dibatasi. Namun, itu ditentang sebagian anggota kongres terutama dari kubu Republik. “Selama ini kita memudahkan orang untuk membuat kekacauan dengan senjata yang mereka miliki,’’ kata Obama. Di AS, setiap tahun sekitar 30 ribu
orang tewas karena senjata api. Di negeri itu, warga sipil memang boleh memiliki senjata api. Hal itu sesuaidengan Undang-Undang Milisi Tahun 1792. Aturannya, senjata api hanya boleh dimiliki seseorang berusia 21 tahun dan dibeli dari penjual resmi.

Namun faktanya, warga begitu mudah memilikinya, termasuk membeli melalui internet. Antigay Pihak FBI menegaskan dalam
kasus penembakan di Orlando tidak ditemukan indikasi bahwa serangan itu dikoordinasikan dari luar negeri meskipun kelompok IS mengklaim bahwa Mateen merupakan salah satu pejuang mereka di AS. Kepala FBI James Comey mengatakan
agen-agennya sampai sejauh ini belum menemukan bukti bahwa serangan itu diarahkan dari luar AS. “Kami melihat tidak ada indikasi bahwa dia bagian dari jaringan kelompok radikal yang ada di dunia.” Mereka hanya menilai Mateen adalah ‘serigala’ yang melakukan serangan karena terinspirasi oleh gerak propaganda kelompok Islam radikal. FBI melihat ada dugaan cukup kuat, Mateen masuk fanatisme antigay. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya