Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
APARAT penegak hukum Prancis, mengatakan pria yang membunuh seorang polisi dan pasangannya di rumah mereka di dekat Kota Paris, Senin (13/6) malam, termasuk di antara yang diinvestigasi dalam kaitan dengan jaringan teroris Suriah.
Pria 25 tahun ditembak mati oleh pasukan elite RAID setelah berulang kali menikam korban, Jean-Baptiste Salvaing, dan kemudian membunuh pasangannya. Pelaku mengklaim bersekutu dengan Islamic State (IS), kelompok radikal yang bermarkas di Suriah dan Irak.
Serangan tersebut adalah pukulan mematikan pertama di Prancis sejak serangkaian serangan terkoordinasi di Paris oleh sel IS pada November lalu, yang menewaskan 130 orang. Serangan mematikan terbaru terjadi saat Prancis tengah menjadi tuan rumah kejuaraan Piala Eropa 2016.
Sejumlah sumber yang dekat dengan penyelidikan mengidentifikasi tersangka penusukan sebagai Larossi Abballa. Abballa disebut pernah dihukum pada 2013 atas perannya dalam sebuah kelompok militan dengan jaringan ke Pakistan.
"Pelaku penyerangan terkait dengan kelompok-kelompok bersenjata di Pakistan," kata sejumlah sumber yang dekat dengan penyelidikan.
Selama negosiasi dengan polisi yang berujung buntu, Abballa sempat mengumbar klaim bahwa dia beraksi atas nama IS.
Polisi dan pasukan elit yang memutuskan menyerbu ke dalam rumah korban berhasil menyelamatkan anak laki-laki pasangan tersebut yang berusia tiga tahun. "Dia (si anak) mengalami shock tapi tidak terluka," ujar seorang jaksa penuntut.
Presiden Prancis, Francois Hollande, kemarin, menyebut aksi penikaman polisi dan pasangannya itu sebagai 'serangan teroris'. Ia juga memperingatkan bahwa 'Negeri Mode' basih menghadapi ancaman serius.
Hollande mengatakan polisi 42 tahun dan pasangannya, yang diserang di rumah mereka di barat laut Paris, 'dibunuh dengan cara pengecut'. "Tidak diragukan lagi, ini adalah aksi teroris," kata pemimpin Prancis. (AFP/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved