Trudeau Duga Sandera Kanada di Filipina telah Dibunuh

Basuki Eka Purnama
14/6/2016 10:07
Trudeau Duga Sandera Kanada di Filipina telah Dibunuh
(Robert Hall (kiri), WN Kanada yang disandera kelompok Abu Sayyaf---AP/Militant Video)

PEMERINTAH Kanada memiliki alasan kuat untuk menduga bahwa salah satu warga negara mereka yang diculik militan Islam di Filipina selama hampir sembilan bulan telah dibunuh. Hal itu dikatakan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Senin (13/6).

Kelompok Abu Sayyaf telah mengancam akan membunuh Robert Hall jika mereka tidak menerima uang tebusan sebesar 300 juta peso pada Senin (13/6).

Hall adalah salah satu dari empat orang yang diculik pada September tahun lalu dari atas sebuah kapal pesiar di sebuah resort di Pulau Samal, selatan Filipina. Jika benar dieksekusi, dia merupakan warga negara Kanada kedua yang dibunuh Abu Sayyaf.

"Dengan penuh kesedihan, saya memiliki alasan untuk meyakinan bahwa warga negara Kanada, Robert Hall, yang disandera di Filipina sejak 21 September 2015, telah dibunuh oleh para penculiknya," ujar Trudeau dalam sebuah siaran televisi.

"Kami akan melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Filipina untuk secara formal memastikan kematian Hall. Kami memiliki alasan yang kuat untuk meyakini bahwa kabar buruk itu sayangnya benar," imbuhnya.

Bendera Kanada yang ada di atas gedung parlemen dikibarkan setengah tiang sebagai penghormatan untuk Hall.

Tidak lama setelah pernyataan Trudeau, pemerintah Filipina, Senin (13/6), mengatakan bahwa mereka menemukan kepala manusia di markas Abu Sayyaf fi Pulau Jolo.

"Iya, kami menemukan kepala pria Kaukasia. Tampaknya milik Robert Hall," ujar juru bicara militer regional Mayor Filemon Tan

Warga Kanada lainnya, John Ridsdel dipenggal pada April lalu setelah uang jaminan sebesar 300 juta peso tidak dibayarkan.

Nasib dua orang lainnya, kekasih Hall asal Filipina Marites Flores dan manajer resort asal Norwegia Kjartan Sekkingstad, belum diketahui. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya