Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITISI dan pemimpin agama di berbagai belahan dunia bersatu mengutuk aksi penembakan di sebuah kelab malam komunitas gay di Orlando, Florida, Amerika Serikat (AS). Penembakan tersebut menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai setidaknya 53 lainnya.
Presiden AS Barack Obama mengatakan Negeri Paman Sam berduka akibat pembunuhan brutal tersebut. Politikus Partai Demokrat ini kembali menekankan pentingnya kontrol senjata ketat di AS.
"Meskipun penyelidikan masih awal, kita bisa mengatakan bahwa ini adalah aksi teror dan aksi kebencian," kata Obama dalam pidato yang disiarkan televisi, Minggu (12/6) waktu setempat.
Obama menegaskan, fakta bahwa pelaku penembakan yang mempersenjatai diri dengan senapan serbu dan pistol menunjukkan betapa mudahnya seseorang untuk memiliki sepucuk senjata, yang memungkinkan mereka menembak orang di sekolah, rumah ibadah, bioskop, atau kelab malam.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon selain menyampaikan duka cita mendalam untuk keluarga korban, juga menyatakan solidaritas untuk pemerintah dan warga AS. Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Franciskus, pun mengutuk peristiwa itu dan menyebutnya sebagai 'kebodohan pembunuh dan kebencian yang tidak masuk akal'.
"Kami semua berharap agar cara-cara ditemukan, secepat mungkin, untuk secara efektif mengidentifikasi dan melawan sebab-sebab dari kekerasan yang begitu mengerikan dan tak masuk akal ini," kata Vatikan dalam sebuah pernyataan.
Aksi penembakan mematikan ini juga memantik kecaman keras dari komunitas muslim di seluruh penjuru AS, termasuk Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) dan Dewan Muslim Amerika. Mereka mengajak para anggota untuk menyumbangkan darah sebagai solidaritas untuk korban.
Imam Tariq Rasheed dari Islamic Center of Orlando mengatakan, "Tidak ada tradisi keagamaan yang bisa membenarkan tindakan kejam dan kekerasan tidak masuk akal seperti ini."
Lembaga penegak hukum serta polisi masih menyelidiki kasus penembakan itu, termasuk potensi keterkaitan tersangka pelaku, Omar Mateen, dengan jaringan teroris dan kelompok radikal Islamic State (IS). Amaq News Agency, media propaganda IS, telah mengeluarkan pernyataan yang mengkalim serangan di kelab malam komunitas gay dilakukan oleh anggota mereka. (AFP/Aljazeera/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved