SETELAH 3 jam mengantre di gerai restoran cepat saji KFC di Yangon,
Myanmar, kemarin, Kyaw Moe, 50, akhirnya berhasil tiba di hadapan kasir
dan membeli ayam untuk delapan anggota keluarganya.
"Ini adalah
kali pertama saya mencoba makanan ini. Saya ingin keluarga saya juga
merasakannya. Saya punya bibi yang tinggal di Singapura dan menurut dia,
restoran cepat saji ini sangat terkenal di sana," ujar Kyaw Moe yang
berprofesi sebagai pebisnis.
Dia membeli ayam termasuk untuk
keponakan-keponakannya yang masih belia. Moe mengaku memang pernah
mendengar kabar bahwa mengonsumsi makanan cepat saji banyak-banyak bisa
membuat orang mengalami obesitas."Produk ini terkenal di seluruh dunia.
Jadi saya pikir makanan yang disajikan pasti menyehatkan," ucap dia.
Di
luar gerai, beberapa anak muda terlihat memotret selfie dengan ponsel
mereka, dengan latar belakang logo dan muka restoran. Di antara mereka
ialah Htet Ei, pelajar berusia 18 tahun. Sejak berhari-hari sebelum
gerai restoran itu buka, dia selalu datang ke lokasi restoran untuk
memeriksa apakah restoran itu sudah dibuka. "Sekarang anak-anak muda di
sini bisa makan yang dimakan anak muda di negara-negara lain. Saya akan
selalu datang ke tempat ini!" tutur Ei bersemangat.
Gerai
restoran makanan cepat saji bermaskot laki-laki berjanggut itu memang
merupakan jaringan besar restoran makanan cepat saji asal Amerika
Serikat (AS) yang pertama yang membuka gerai di Myanmar.
Selama
Myanmar berada dalam naungan pemerintahan militer, sepanjang 1962-2011,
merek-merek Barat sulit ditemukan di sana. Selama hampir separuh abad,
Myanmar menjadi negara yang terisolasi.
Dalam pemerintahan junta,
ekonomi Myanmar remuk redam. Namun, berkat reformasi pemerintahan,
ekspektasi pertumbuhan ekonomi melonjak di negara dengan potensi
konsumer sebanyak 51 juta itu.
Sebelum restoran itu, perusahaan
lain asal AS, termasuk Coca-Cola dan Pepsi, juga produsen mobil
Chevrolet dan Ford, telah lebih dulu menggelar penjualan di Myanmar.
Untuk jaringan restoran, restoran cepat saji asal Korea Selatan, yakni
Lotteria, telah lebih dulu mengambil hati masyarakat Myanmar dengan
membuka restoran pertama kali pada 2013 dan saat ini sudah memiliki
tujuh cabang di seluruh negeri.
Di Myanmar, restoran dengan
kekhasan sajian ayam goreng itu bermitra dengan perusahaan waralaba Yoma
Strategic. Dibukanya restoran pertama di Myanmar diharapkan membuka
jalan untuk berkembang di negara tersebut.
"Sudah menjadi impian
kami sejak lama untuk membuka restoran di Yangon yang merupakan salah
satu kota besar dunia. Negara ini juga diperkirakan mengalami
pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan," kata Kepala KFC,
Micky Pant.