Pertama di Myanmar, Gerai Ayam Cepat Saji

AFP/Andhika Prasetyo/I-1
01/7/2015 00:00
Pertama di Myanmar, Gerai Ayam Cepat Saji
(AP/KHIN MAUNG WIN)
SETELAH 3 jam mengantre di gerai restoran cepat saji KFC di Yangon, Myanmar, kemarin, Kyaw Moe, 50, akhirnya berhasil tiba di hadapan kasir dan membeli ayam untuk delapan anggota keluarganya.

"Ini adalah kali pertama saya mencoba makanan ini. Saya ingin keluarga saya juga merasakannya. Saya punya bibi yang tinggal di Singapura dan menurut dia, restoran cepat saji ini sangat terkenal di sana," ujar Kyaw Moe yang berprofesi sebagai pebisnis.

Dia membeli ayam termasuk untuk keponakan-keponakannya yang masih belia. Moe mengaku memang pernah mendengar kabar bahwa mengonsumsi makanan cepat saji banyak-banyak bisa membuat orang mengalami obesitas."Produk ini terkenal di seluruh dunia. Jadi saya pikir makanan yang disajikan pasti menyehatkan," ucap dia.

Di luar gerai, beberapa anak muda terlihat memotret selfie dengan ponsel mereka, dengan latar belakang logo dan muka restoran. Di antara mereka ialah Htet Ei, pelajar berusia 18 tahun. Sejak berhari-hari sebelum gerai restoran itu buka, dia selalu datang ke lokasi restoran untuk memeriksa apakah restoran itu sudah dibuka. "Sekarang anak-anak muda di sini bisa makan yang dimakan anak muda di negara-negara lain. Saya akan selalu datang ke tempat ini!" tutur Ei bersemangat.

Gerai restoran makanan cepat saji bermaskot laki-laki berjanggut itu memang merupakan jaringan besar restoran makanan cepat saji asal Amerika Serikat (AS) yang pertama yang membuka gerai di Myanmar.

Selama Myanmar berada dalam naungan pemerintahan militer, sepanjang 1962-2011, merek-merek Barat sulit ditemukan di sana. Selama hampir separuh abad, Myanmar menjadi negara yang terisolasi.

Dalam pemerintahan junta, ekonomi Myanmar remuk redam. Namun, berkat reformasi pemerintahan, ekspektasi pertumbuhan ekonomi melonjak di negara dengan potensi konsumer sebanyak 51 juta itu.

Sebelum restoran itu, perusahaan lain asal AS, termasuk Coca-Cola dan Pepsi, juga produsen mobil Chevrolet dan Ford, telah lebih dulu menggelar penjualan di Myanmar. Untuk jaringan restoran, restoran cepat saji asal Korea Selatan, yakni Lotteria, telah lebih dulu mengambil hati masyarakat Myanmar dengan membuka restoran pertama kali pada 2013 dan saat ini sudah memiliki tujuh cabang di seluruh negeri.

Di Myanmar, restoran dengan kekhasan sajian ayam goreng itu bermitra dengan perusahaan waralaba Yoma Strategic. Dibukanya restoran pertama di Myanmar diharapkan membuka jalan untuk berkembang di negara tersebut.

"Sudah menjadi impian kami sejak lama untuk membuka restoran di Yangon yang merupakan salah satu kota besar dunia. Negara ini juga diperkirakan mengalami pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan," kata Kepala KFC, Micky Pant.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya