Pelaku Pembantaian di Orlando Dilaporkan Alami Gangguan Mental

Basuki Eka Purnama
13/6/2016 09:54
Pelaku Pembantaian di Orlando Dilaporkan Alami Gangguan Mental
(Omar Mateen---AFP/MYSPACE.COM)

PELAKU penembakan yang menewaskan 50 orang di sebuah klub malam di Orlando, Florida adalah seseorang yang mengalami gangguan emosi dan mental namun bercita-cita menjadi polisi. Hal itu dikatakan mantan istri pelaku itu, Minggu (12/6).

Sitora Yusufiy, mantan istri dari Omar Mateen, 29, yang diidentifikasi sebagai pelaku penembakan yang ditembak mati oleh polisi pada aksi pembantaian, kepada CNN mengaku dirinya diselamatkan oleh anggota keluarganya dari sang suami pada empat bulan lalu setelah pernikahan mereka berakhir dengan perceraian.

Sementara itu, Nihad Awad, kepala kelompo muslim Amerika Serikat, CAIR, mengecam aksi penembakan di Orlando dan menegaskan bahwa sang pelaku tidak mewakili agama Islam.

Seorang pria bersenjata senapan serbu menewaskan 50 orang di sebuah klub gay di Orlando, Florida pada Minggu (12/6) dalam aksi penembakan massal terburuk dalam sejarah AS.

Polisi kemudian menembak mati pelaku yang diidentifikasi sebagai Omar Mateen, 29, warga Florida yang merupakan putra imigran asal Afghanistan.

Pihak berwenang tengah menyelidiki bukti bahwa serangan itu terinspirasi oleh kelompok Islamic States.

"Ada laporan bahwa Mateen menghubungi 911 pada pagi hari dimana dia menyatakan aliansinya dengan kelompok Islamic State," ujar Ronald Hopper, agen FBI yang memimpin penyelidikan kasus itu. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya