Trump Sebut Dirinya Benar Terkait Ancaman Islam Radikal

Basuki Eka Purnama
13/6/2016 08:00
Trump Sebut Dirinya Benar Terkait Ancaman Islam Radikal
(AFP Photo/JEFF SWENSEN)

KANDIDAT Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Minggu (12/6), menyebut aksi pembantaian di sebuah klub gay di 'Negeri Paman Sam' itu membuktikan pernyataannya soal ancaman Islam radikal.

Serangan yang menewaskan 50 orang itu yang disebut terkait dengan kelompok Islamic State adalah serangan penembakan massal terburuk sepanjang sejarah AS.

Dalam serangkaian cuitan, beberapa jam setelah penembakan itu, Trump menyebut tragedi itu merupakan bukti bahwa benar ada ancaman terhadap warga AS.

"Saya berterima kasih atas pujian bahwa pernyataan saya soal Islam radikal benar. Saya tidak menginginkan pujian. Saya butuh ketegasan. Kita harus cerdas," cuit Trump.

Sebelumnya, Trump menyebut kejadian seperti penembakan di San Bernardino pada Desember tahun lalu menunjukkan bahwa pemerintah AS harus melarang warga muslim masuk ke AS.

Dia kemudian menuding pemerintahan Presoden Obama ragu menyebut pelaku teror di AS digerakan oleh kelompok Islam radikal.

"Laporan menyebut bahwa pembunuh meneriakkan 'Allah hu Akbar' saat dia membantai korbannya," cuit Trump menggunakan ejaannya sendiri untuk kata Arab Allahu Akbar. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya