Setelah insiden kobaran api yang melukai 500 orang dan menewaskan satu orang di Taiwan, bubuk berwarna dilarang digunakan dalam acara privat. TAIWAN, kemarin, memusatkan penyelidik-an pada kemungkinan adanya puntung rokok atau percikan api yang memicu kobaran api di Formosa Fun Coast, tepian Kota Taipei, Sabtu (27/6). Kobaran api itu melukai 500 orang yang tengah ikut berpesta di taman rekreasi tersebut.
"Belum jelas apa yang sesungguhnya terjadi, tapi ada sejumlah orang yang memang sedang merokok dan cuaca sedang hangat saat insiden terjadi," kata Lin Chieh-yu, Kepala Departemen Pemberitaan New Taipei, di Taiwan Utara, lokasi Formosa Fun Coast. Suhu udara sebelum pesta dimulai dilaporkan mencapai 36 derajat celsius.
Polisi merekemondasikan dakwaan kriminal, kelalaian profesi, dan aksi membahayakan publik untuk penyelenggara pesta itu, juga dua teknisi di taman rekreasi air. Ketua penyelenggara pesta, Lu Chung-chi, sempat ditahan polisi, tetapi lantas dibebaskan dengan jaminan 1 juta dolar Taiwan dan dicekal. Adapun dua orang lain, yakni teknisi panggung di pesta dan orang yang ditugaskan menyebarkan bubuk berwarna, juga dibebaskan dengan jaminan 300 ribu dolar Taiwan.
Menurut polisi, pihak penyelenggara membeli 3 ton bubuk berwarna yang berbahan dasar pati dari Tai Won, penjual di Yunlin, Taiwan Selatan. Bubuk itu memang mudah terbakar dan menurut perwakilan penjual, Chou Hui-fang, pembeli sudah diberi tahu tentang itu. "Bubuk berbahan dasar pati jagung atau terigu semacam ini, sudah selama apa pun di-simpan, jika dalam jumlah banyak dan dalam kondisi panas, pasti mudah mengobarkan api," kata Chou.
Menurut dia, perusahaannya sudah ditanya polisi dan otoritas kesehatan, tapi tidak dianggap bersalah. "Kami memang tidak tahu pembeli hendak melakukan apa dengan bubuk itu dan berapa banyak mereka akan menggunakannya.
"Pada Minggu (28/6), Perdana Menteri Taiwan Mao Chi-kuo mengumumkan bahwa bubuk berwarna dilarang digunakan lagi dalam acara-acara privat. Taman rekreasi air tempat kejadian itu pun diperintahkan ditutup setelah insiden kobaran api.
Meninggal Dari 500 orang yang terluka bakar saat kobaran api menyala, seorang peserta pesta dinya-takan meninggal, kemarin, akibat luka bakar 90%. Korban tewas pertama itu bernama Lee Pei-yun, 20 tahun. Dia dinyatakan meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Chung Shan, Taichung.
Lee bersama adiknya yang berusia 12 tahun, yang juga dirawat di rumah sakit akibat luka bakar 80%, sedang berdiri dekat panggung saat kobaran api menyala. "Ibu korban setuju menghentikan perawatan dokter kepada anaknya," kata pejabat dinas kesehatan Tai-chung.