Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PELUANG Hillary Clinton untuk menjadi calon presiden dari Partai Demokrat makin besar setelah Presiden AS Barack Obama memberikan dukungan kepadanya.
Bagi kubu Demokrat, dukungan Obama itu menjadi awal untuk menyatukan partai yang terpecah selama kampanye.
Dukungan itu diberikan Obama setelah Clinton mengungguli pesaing terberatnya Bernie Sanders untuk merebut tiket calon presiden AS dari Partai Demokrat beberapa waktu lalu seusai pemilihan pendahuluan di California.
"Bersama suara puluhan juta orang Amerika yang mendukung. Hari ini saya hanya ingin menambahkan saya bersama di dalamnya. Saya bersama Hillary," kata Obama.
"Saya tahu betapa sulitnya tugas sebagai presiden. Saya tahu Hillary sangat mampu dalam hal tersebut," katanya.
Presiden ke-44 AS itu juga memuji Hillary saat pernah bersaing bersamanya dalam memperebutkan tiket calon presiden dari Partai Demokrat 2008 silam.
"Bahkan setelah berjuang keras dalam kampanye pada 2008, dia setuju untuk melayani negara sebagai menteri luar negeri. Saya telah melihat hatinya, ketangguhan, dan komitmen untuk nilai-nilai kita," ungkap Obama.
Sebagai bentuk nyata dukungan, Obama akan berkampanye bersama Clinton di Green Bay, Wisconsin, pada Rabu (15/6).
Baik Obama maupun Clinton seakan sedang mencatat sejarahnya sendiri.
Obama tercatat sebagai presiden pertama Amerika Serikat dari warga kulit hitam, sementara Hillary sedang mencoba untuk membuat sejarahnya sendiri sebagai presiden perempuan pertama dalam sejarah AS.
Dukungan terbuka untuk Hillary juga diserukan senator dari Massachusets, Elizabeth Warren, salah satu senator favorit rakyat Paman Sam.
"Saya siap untuk bertarung dan bekerja untuk Hillary Clinton untuk menjadi presiden Amerika Serikat berikutnya dan memastikan (calon presiden Partai Republik) Donald Trump tidak mendapat tempat di Gedung Putih," ujar Warren dalam acara televisi MSNBC.
Warren yang disebut-sebut kandidat kuat wakil presiden dijadwalkan bertemu Clinton Jumat (10/6) malam waktu AS.
Menyatukan Demokrat
Menyusul dukungan Obama tersebut, tugas terberat Partai Demokrat saat ini ialah bagaimana menyatukan semua kubu untuk mendukung Clinton.
Di antaranya membujuk pesaingnya, Bernie Sanders, untuk mundur dari proses pencalonan.
Upaya ini tampaknya tidak akan mudah mengingat Bernie berniat akan terus melanjutkan perjuangannya.
Ditambah lagi pendukung fanatik Bernie yang berasal dari kalangan pemilih muda reformis tidak menginginkan Bernie mundur.
Salah satu upaya sudah dilakukan Obama saat menggelar pertemuan dengan Sanders yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Joe Biden dan beberapa petinggi Partai Demokrat.
Dalam pertemuan itu, Sanders mendapat pujian dan apresiasi yang tinggi.
"Bernie Sanders bagaimanapun telah membawa energi sangat besar dan ide-ide baru," kata Obama. "Namun, kenyataannya Hillary tetap menjadi kandidat yang lebih baik."
Kepada Clinton, Obama meminta untuk merangkul pesan ekonomi sosialis Sanders.
Obama juga meyakinkan Demokrat bahwa Clinton akan siap menyatukan nilai-nilai yang juga diperjuangkan Sanders sebagai sosok sosialis demokrat.
Demokrat sendiri masih terus waspada bahwa perpecahan yang muncul antara Clinton dan Sanders selama pemilihan pendahuluan akan berlanjut selama Konvensi Nasional Partai Demokrat bulan depan.
(AFP/AP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved