Bantuan Kemanusiaan PBB Tiba di Daraya

AFP/Hde/I-3
11/6/2016 10:31
Bantuan Kemanusiaan PBB Tiba di Daraya
(AFP/FADI DIRANI (STR))

IRING-IRINGAN bantuan pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai memasuki Kota Daraya, Suriah, Kamis (9/6).

Ini merupakan bantuan pertama yang tiba di kota itu sejak dikepung pasukan rezim Damaskus pada 2012.

"Sembilan truk (bahan pangan) saat ini sedang diturunkan di Daraya. Truk-truk itu membawa bahan pangan, termasuk makanan kering dan tepung, bantuan medis dan bantunan lainya," ungkap Tamam Mehrez, Direktor Operasi Bulan Sabit Merah Suriah, kemarin.

Mehrez mengatakan bantuan yang dikirimkan itu dapat memenuhi kebutuhan hidup bagi warga kota yang terkepung itu selama satu bulan.

Namun, dia tidak menjelaskan jumlah warga yang menerima bantuan.

Diperkirakan sekitar 8.000 orang kini tinggal di kota itu.

Daraya merupakan salah satu kota pertama tempat meletusnya demonstrasi menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad pada 2012.

Sejak itu hingga kini kota itu dikepung ketat pasukan pemerintah.

Pada 1 Juni lalu, konvoi bantuan PBB juga menjangkau kota itu.

Namun, saat itu konvoi hanya membawa peralatan medis.

Seorang pemberontak, Shadi Matar, membenarkan adanya konvoi bantuan tersebut.

"Tidak banyak penduduk menunggu konvoi. Mereka sudah tidak percaya janji lagi," katanya melalui pesan tertulis kepada AFP.

"Selain itu, warga juga takut keluar dan berkelompok karena pengeboman di kota ini," sambungnya.

Bantuan PBB itu tiba beberapa jam setelah utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, mengatakan rezim Al-Assad telah memberi lampu hijau untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke kota itu.

Dia memperingatkan bahwa Suriah sebelumnya juga memberikan persetujuan semacam itu.

Namun, mereka kemudian menghadang konvoi yang akan mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Menurut PBB saat ini sekitar 592 ribu warga Suriah tinggal di kota-kota terkepung, terutama oleh pasukan pemerintah.

Selain itu, empat juta orang lainnya tinggal di area-area terpencil yang sulit dijangkau.

Salah satunya ialah di Madaya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya