Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA Ramadan yang berbeda dirasakan Shanaz Sadat, 22.
Pada tahun lalu, ia dan keluarganya merasakan nuansa bulan suci yang berbeda di kampung halaman di Afghanistan.
Namun kali ini, Shanaz harus menjalani ibadah di bulan penuh berkah dan ampunan itu di sebuah kamp pengungsian Schisto, dekat Kota Athena, Yunani.
Dengan kehamilan yang memasuki bulan keempat, ia berupaya menjalani puasa.
Kendati dengan kondisinya itu, sebenarnya ia bisa menunda puasanya.
Namun, suasana Ramadan yang marak sebagaimana di negara asalnya tidak lagi dirasakan Shanaz.
"Setiap malam, makanannya ya kentang. Bagaimana kami bisa menjalani Ramadan dengan makanan ini?" ucap Shanaz.
Apalagi untuk perempuan yang tengah hamil seperti saya dan untuk anak saya dalam kandungan?" tutur Shanaz kepada AFP di kamp pengungsian.
Namun, apa mau dikata, dengan semua keterbatasan, ia ingin tetap bisa berpuasa.
Tak hanya soal makanan yang membuatnya tidak nyaman dan serbaterbatas.
Shanaz dan para pengungsi lainnya menghadapi minimnya pasokan air.
Untuk mandi dan minum di wastafel yang berada di kamar mandi pun harus sabar mengantre.
Saat masih di Afghanistan, Shanaz dan 1.700 pengungsi dari Afghanistan berharap bisa menetap di negara-negara Balkan.
Namun, dengan kebijakan negara Balkan yang menutup perbatasan, ia dan ribuan pengungsi lainnya tertahan di wilayah Yunani.
Dengan segala keterbatasan, pemerintah Yunani berusaha memenuhi kebutuhan para pengungsi selama Ramadan.
Para pejabat setempat memberi jatah makanan untuk sahur dan berbuka puasa.
Biasanya menu berbuka dan sahur yang disajikan di antaranya kacang-kacangan, pasta, nasi, ayam, buncis, kacang polong, telur, kentang rebus, dan buah.
"Kami tentu melayani ini bahkan melalui pemeriksaan dengan para ahli agama dan kementerian pendidikan," ucap salah seorang pejabat Yunani.
Selain susahnya mendapatkan air minum, Shanaz mengeluhkan panasnya sinar matahari pada siang hari.
"Di tenda menjadi sangat panas pada siang hari," keluh Shanaz.
Berbeda dengan Shanaz, pengungsi lainnya, Ahmad Tammim, mengaku berusaha ikhlas dalam menjalankan ibadah puasanya selama Ramadan di kamp pengungsian.
"Memang di sini jauh lebih sulit karena situasinya, tetapi kami harus bisa benar-benar menahan diri," kata Ahmad, 22, seorang pengungsi yang berstatus mahasiswa jurusan ekonomi asal Kabul, Afghanistan di tenda pengungsian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved