AS Putus Jalur Suplai IS Ribuan Warga Mengungsi

(AFP/Ths/I-2)
09/6/2016 03:00
AS Putus Jalur Suplai IS Ribuan Warga Mengungsi
(militant photo via AP)

RIBUAN warga sipil melarikan diri dari cengkeraman kubu kelompok Islamic State (IS) di Suriah Utara yang tengah digempur pasukan koalisi petempur dukungan Amerika Serikat (AS). Gempuran dilakukan untuk memutus jalur suplai bagi kelompok itu ke Kota Raqqa. Serangan yang dilakukan bersama pasukan Arab Saudi dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dengan dukungan AS itu menyasar Kota Manbij yang menjadi benteng pertahanan IS sekaligus mengunci semua pasokan pantuan, baik persenjataan, tentara, maupun keuangan, bagi kelompok IS. "Kami telah mengepung Manbij dari tiga sisi dan operasi berjalan dengan baik," kata Sherfan Darwish, Komandan Pasukan Demokratis Suriah yang memimpin serangan.

"Setiap hari kami berhasil membebaskan desa yang dikuasai IS dan satu-satunya rute yang terbuka untuk IS sekarang ialah menuju Kota Aleppo ke arah barat," sambung Darwish. Kelompok Pemantau HAM Suriah menambahkan, pasukan SDF saat ini berada di jarak 5 km dari arah utara, 2 kilometer dari selatan dan sekitar 7 kilometer dari timur. "Daesh mulai mengizinkan warga melarikan diri ke arah barat. Beberapa menggunakan mobil, tetapi banyak juga yang membawa barang dengan berjalan kaki," kata Rami Abdel Rahman dari kelompok itu. Daesh merupakan sebutan IS dalam bahasa Arab.

Meski sudah banyak yang melarikan diri, diperkirakan, sekitar 20 ribu orang masih tinggal di Manbij. Daerah itu sebelum perang dihuni 120 ribu warga yang mayoritas orang Arab dengan minoritas warga Suriah Kurdi. Wilayah Manbij sengaja dikepung karena satu-satunya wilayah yang menjadi rute pasokam bantuan dari luar yang biasa dipakai pasukan IS, misalnya, dari Turki. Serangan itu juga didukung sekitar 3.000 pejuang Arab dan 500 pejuang suku Kurdi. Kelompok itu juga melaporkan sedikitnya 15 warga sipil tewas dalam serangan pasukan pemerintah ke Kota Aleppo yang dikuasai pemberontak, rabu (8/6).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya