Clinton Menatap Gedung Putih

Yanurisa Ananta
09/6/2016 02:50
Clinton Menatap Gedung Putih
(AP/JULIO CORTEZ)

LANGKAH kandidat calon presiden (capres) dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menuju Gedung Putih kian gemilang. Dari hasil primari di enam negara bagian North Dakota, California, Montana, New Jersey, New Meksiko, dan South Dakota--ia mengungguli rivalnya, Bernie Sanders. Clinton meraih kemenangan di empat negara bagian. Di hadapan pendukungnya di New York, Selasa (7/6), Clinton menyebut kemenangannya itu sebagai kemenangan kaum perempuan karena belum pernah ada presiden perempuan di Amerika Serikat (AS). "Terima kasih kepada Anda semua. Kita telah mencapai titik penting. Untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa, perempuan menjadi nomine utama partai," kata Clinton. Melalui sekretaris Gedung Putih, Josh Earnest, Presiden Barack Obama mengucapkan selamat atas kemenangan Clinton. Obama berencana bertemu dengan rival Clinton, Sanders, pekan ini. Obama akan memanggil kedua kandidat capres Demokrat, Clinton dan Sanders. Ia menyampaikan selamat kepada kedua kandidat yang melakukan kampanye yang memberikan inspirasi dan semangat kepada kalangan Demokrat. Presiden AS itu menilai dua kandidat Demokrat telah mengajak generasi baru Amerika masuk ke proses politik dan menyoroti kebijakan politik yang penting.

"Presiden akan bertemu Sanders di Gedung Putih sesuai dengan permintaan Sanders pada Kamis (9/6)," jelas Earnest. Saat menatap kemenangan rivalnya, Sanders tetap bersikap resisten. Ia berkukuh akan melanjutkan langkahnya hingga konvensi Demokrat pada Juli mendatang di Philadelphia. Padahal, Senator Vermont itu hanya memenangi dua negara bagian dalam primari pada Selasa (7/6), yaitu North Dakota (64,2%) dan Montana (51,1%). Justru kemenangan itu menjadi alasan Sanders untuk tetap bertahan. Kendati Clinton telah mengumpulkan delegasi sebanyak 2.383 sesuai dengan syarat, kemarin dini hari waktu setempat, di Santa Monica, California, Sanders kembali mengumumkan dirinya tidak akan mengakhiri kampanye hingga konvensi.

Sanders masih bersikap optimistis.
"Saya cukup baik dalam aritmetika dan saya tahu bahwa pertarungan di depan kita merupakan pertarungan yang sangat sangat sengit, tapi kita akan terus berjuang," ucapnya. Serangan Donald Trump Kandidat capres Partai Republik yang diunggulkan, Donald Trump, kembali dengan gayanya yang membuat telinga panas lawannya. Pascadeklarasi kemenangan Clinton, ia berencana menggelar kampanye serangan yang ditujukan kepada Hillary dan suaminya, Bill Clinton, Senin pekan depan. Trump menuding The Clintons telah meraup kekayaan pribadi dengan menjual kontrak pemerintah.

"Saya akan menyelenggarakan pidato mungkin Senin pekan depan dan kita akan membicarakan semua tentang Clintons. Ini akan sangat informatif dan sangat sangat menarik," papar Trump. Tak kalah sengitnya, di hadapan para pendukungnya di New York, kemarin, Clinton menyebut Trump yang temperamental tidak cocok menjadi presiden. Apalagi Trump kerap menyerang hakim federal, wartawan, dan kaum perempuan. "Dia (Trump) ingin menang dengan menumpuk kemarahan dan membalur garam pada luka dan mengingatkan kita tiap hari betapa hebatnya dia," ujar Clinton.
(AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya