Melalui musik, seseorang bisa menyalurkan aspirasi politiknya.
Sebaliknya, musik juga bisa dipakai para politikus sebagai medium berkampanye.
Donald Trump salah satu contohnya.
Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik itu menggunakan lagu Rockin' in the Free World milik Neil Young saat kampanye beberapa waktu lalu.
Sayangnya, hal itu malah berbuntut kecaman.
Pasalnya, Young menuduh Trump menggunakan lagu itu tanpa seizinnya.
Sebaliknya, Trump yang juga pengusaha kesohor itu balik menuding sang musikus.
Trump mengatakan Young sebagai seorang munafik karena mengeluhkan penggunaan lagunya, sementara pada saat yang sama dia telah meminta bantuan uang tunai darinya.
Seperti dikutip Foxnews, Trump lewat akun Twitter-nya pada Rabu (24/6) membeberkan bahwa Young baru-baru ini datang ke kantornya untuk meminjam dana demi membiayai peluncuran layanan high-end audio daring milik Young, Pono.
Trump juga menyertakan foto untuk membuktikannya. Young memang mengakui foto tersebut dalam sebuah pernyataan yang ia rilis lebih dulu minggu lalu.
"Sebuah foto saya dengan calon (Donald Trump) ini juga beredar bersamaan dengan pengumuman (pencalonan Trump sebagai presiden). Namun, itu merupakan foto yang diambil saat pertemuan saya dengannya untuk mengumpulkan dana bagi Pono, layanan musik online resolusi tinggi milik saya," jelasnya.
Young tak peduli dengan kenyataan itu. Dia tetap mengecam kandidat Partai Republik tersebut.
Trump tidak pernah memiliki izin untuk menggunakan lagu itu.
"Donald Trump tidak berwenang untuk menggunakan Rockin' in the Free World dalam pengumuman pencalonan kepresidenannya," kata tim Young dalam sebuah pernyataan.
"Neil Young, seorang warga negara Kanada, merupakan pendukung dari Bernie Sanders untuk Presiden Amerika Serikat."
Namun, ketika dihubungi Fox, manajer kampanye Trump, Corey Lewandowski, menyatakan bahwa kliennya menyanyikan lagu yang sangat berbeda.
"Melalui perjanjian lisensi dengan ASCAP (asosiasi pencipta lagu di AS), Trump telah membayar dan memperoleh hak hukum untuk menggunakan lagu Neil Young, Rockin' in the Free World," ujar Lewandowski.
"Namun demikian, ada banyak lagu lain yang bisa dipilih (untuk kampanye Trump). Meskipun Young berbeda pandangan politik, Trump sangat menyukainya."
Seperti diketahui, selain musikus, Young merupakan seorang aktivis politik.
Dia simpatisan Partai Demokrat yang tahun ini mengusung Bernie Sanders sebagai kandidat Presiden AS.
Saat Perang Teluk, Young juga pernah mengecam presiden dari Partai Republik, George W Bush, lewat lagu Let's Impeach the President. (H-3)