Sopir Taksi Gelar Aksi Tolak Uber

MI
27/6/2015 00:00
Sopir Taksi Gelar Aksi Tolak Uber
()
SEDIKITNYA 3.000 sopir taksi di Prancis menggelar aksi demonstrasi menolak beroperasinya jasa layanan transportasi Uber di negara tersebut.

Para sopir itu memblokade akses ke dua bandara di Kota Paris, Charles de Gaulle dan Orly. Mereka juga mencegah mobil-mobil pribadi mencapai stasiun kereta di seluruh penjuru Ibu Kota Prancis itu.

Aksi demonstrasi yang diwarnai aksi kekerasan itu menyebabkan 10 orang ditangkap, 7 polisi terluka, dan 70 kendaraan rusak karena bentrokan antara pengemudi Uber dan para sopir taksi.

Layanan Uber di Prancis dimulai sejak Januari lalu secara ilegal. Akan tetapi, penegakan hukum sulit dilakukan.

Pengemudi taksi marah dengan Uber karena mematok harga yang lebih rendah ketimbang taksi tradisional. Mereka melihat hal itu sebagai persaingan yang tidak adil.

Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve yang bertemu dengan serikat sopir taksi Prancis mengatakan bahwa UberPOP, pelayanan Uber di Prancis, merupakan layanan taksi ilegal yang harus ditutup.

"Kendaraan pribadi milik pengemudi UberPOP harus disita karena secara terang-terangan melanggar hukum," tegas Cazeneuve.

Salah satu perwakilan sopir taksi Prancis, Ibrahima Sylla, menggambarkan kata-kata Cazeneuve sebagai janji yang berulang. Sylla mengatakan para pengemudi taksi sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan demonstrasi.

Sebagian besar sopir taksi tidak memedulikan panggilan serikat pekerja perusahaan taksi untuk kembali bekerja. "Pengemudi taksi memutuskan untuk melanjutkan aksi karena tidak mendapatkan apa-apa. Hanya janji," keluh Khalid, seorang sopir taksi.

Pemerintah Prancis akan berusaha untuk memperkuat posisi mereka secara hukum pada Rabu (1/7). Mereka akan berupaya mendapatkan perintah pengadilan yang melarang Uber beroperasi di Paris.

Kendati demikian, pihak Uber menolak menutup layanan mereka.

"Kami akan melawan (di pengadilan) dan kami akan melihat apa yang terjadi pada proses banding. Untuk saat ini tidak ada yang berubah, UberPOP terus beroperasi," kata Kepala Uber Prancis, Thibaud Simphal, kepada saluran TV BFM Business.

Uber yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, sebenarnya adalah perusahaan penyedia layanan aplikasi mobile. Uber menawarkan beberapa jenis layanan transportasi dan mengklaim memiliki 400 ribu pengguna UberPOP di Prancis.

Namun, pengemudi Uber tidak membayar pajak, tidak menjalani pelatihan wajib sopir taksi Prancis selama 250 jam, dan tidak memberikan asuransi yang sama seperti taksi resmi. (AFP/Fox/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya