BuzzFeed Tolak Iklan dari Trump

Basuki Eka Purnama
07/6/2016 09:39
BuzzFeed Tolak Iklan dari Trump
(AFP/NICHOLAS KAMM)

PORTAL digital BuzzFeed, Senin (6/6), mengatakan telah mengakhiri kerja sama iklan dengan Partaiu Republik karena mereka memandang kandidat presiden dari partai itu, Donald Trump, sebagai orang yang berbahaya.

Memo dari Eksekutif Kepala BuzzFeed Jonah Peretti yang ditampilkan di portal tersebut mengatakan bahwa mereka telah menghubungi Komite Nasional Partai Republik (RNC) bahwa, "Kami tidak bisa menerima iklan Trump for President dan akan mengakhiri kerja sama dengan mereka."

"Kampanye Trump secara langsung bertendantangan dengan kemerdekaan para pekerja kami di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Di sejumlah kasus, misalnya, rencananya untuk melarang warga muslim melakukan perjalanan internasional, akan membuat para pegawai kami tidak bisa melakukan kerja mereka," ungkap Peretti.

"Kami bisa dipastikan tidak suka menolak pemasukkan dana yang sangat penting untuk membuat kami bisa bekerja. Namun, kadang kami harus membuat pengecualian. Misalnya, kami menolak iklan rokok karena itu berbahaya untuk kesehatan. Kami menolak iklan Trump karena alasan yang sama," imbuhnya.

Meski BuzzFeed tidak mengungkapkan perkiraan pemasukkan yang hilang karena menolak iklan itu, portal berita rival Politico menyebut pemasukkan iklan dari Trump untuk BuzzFeed adalah sebesar US$1,3 juta.

RNC mengakui bahwa mereka telah mengontrak iklan di sejumlah platform termasuk BuzzFeed. Namun, mereka menegaskan tidak keberatan dengan penolakan itu.

"Namun ironis karena mereka tidak keberatan menerima uang dari kandidat yang tengah diselidiki oleh FBI," ujar juru bicara RNC Sean Spicer mengacu pada Hillary Clinton yang diselidiki terkait penggunaan surat elektronik pribadi. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya