Paris Masih Siaga Meski Banjir Mulai Reda

Yanurisa Ananta
05/6/2016 20:30
Paris Masih Siaga Meski Banjir Mulai Reda
(AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER)

BANJIR yang melanda Paris akibat luapan Sungai Seine mulai mereda, Minggu (5/6). Pusat informasi kementerian lingkungan Prancis Vigicrues melaporkan ketinggian air yang semula 6,10 meter pada Sabtu (4/6), pada hari Minggu (5/6) pukul 08.00 pagi banjir surut menjadi 5,77 meter.

Meski demikian, pemerintah Perancis masih mengeluarkan peringatan di Seine-Maritime dan departemen Eure di wilayah Normandy utara dari peringatan siaga satu (warna merah) menjadi peringatan siaga level kedua tertinggi (warna oranye).

Selain itu, peringatan siaga juga berlaku di 15 area lainnya, termasuk Ile-de-France (kawasan Paris), Lorraine dan sejumlah titik sentral Prancis. Pasalnya, Badan Meteorologi Prancis memprediksi hujan masih akan mengguyur beberapa bagian kota pada Minggu (5/6).

Kendaran belum bisa memasuki beberapa area di area Normandy. Namun, otoritas di Seine-Maritime mengatakan sejauh ini tidak ada kerusakan yang signifikan. Bahkan, meski luapan sungai Seine kian meningkat di utara kota Rouen, luapan tidak melewati tepian sungai.

“Tidak ada kerusakan signifikan sejauh ini. Memang selalu seperti ini saat ada arus kuat ,” ungkap salah seorang pejabat pelabuhan, Minggu (5/6).

Setidaknya 18 orang tewas akibat banjir di seluruh Eropa, sebagian akibat terperangkap di dalam rumah, tertimpa pohon dan tiang listrik.

Pohon dan tiang-tiang tersebut memutus jalan kereta api sehingga tim penyelamat harus mengerahkan sekoci di jalan-jalan sibuk di beberapa wilayah.

Di ‘Kota Cahaya’, museum Louvre dan Orsay yang terletak di seberang tepi Sungai Seine tidak beroperasi tiga hari terakhir.

Pihak museum menutup pintu museum untuk memindahkan barang-barang kesenian dari ruang bawah tanah ke tempat yang lebih tinggi sebagai langkah pencegahan. Rencananya museum akan beroperasi kembali pada Selasa (7/6).

Meski otoritas melarang warga mendekati bagian berbahaya Sungai Seine, kerumunan warga tetap berkumpul di jembatan yang dikenal sebagai lokasi romantis bagi para wisatawan untuk mengambil gambar.

“Ini sangat luar biasa. Saya tidak pernah melihat (air) setinggi ini. Kami harus membatalkan rencana naik perahu tapi setidaknya kita memiliki beberapa foto yang bagus,” kata Bente Wegner, 25, seorang warga Jerman.

Selain mengganggu aktivitas wisatawan, negara yang akan menjadi tuan rumah pertandingan Euro 2016 pada 10 Juni tersebut harus menutup dua stasiun metronya. Layanan kereta api dan transportasi perahu juga ditutup untuk sementara.

Lebih dari 20.000 orang telah dievakuasi selama sepekan terakhir dari Loire Valley dan sejumlah area di Paris. Kementerian kesehatan mengatakan 500 pasien dari belasan rumah sakit dan 800 pasien rawat inap di rumah juga turut dievakuasi.

Presiden Prancis Francois Hollande akan umumkan bencana nasional kepada kabinet Rabu (8/6) guna memfasilitasi pembayaran oleh industri asuransi.

“Ada juga bencana dalam bidang agrikultur. Banyak petani yang kehilangan ternak dan tanamannya,” imbuh Hollande.

Bernard Spitz dari Asosiasi Asuransi Prancis menyebut kerugian nasional akibat bencana banjir mencapai 600 juta euro atau US$680 juta. Sementara Guillaume Pepy, kepala operator perkeretaapian nasional SNCF mengatakan jaringan kereta api merugi hingga puluhan juta euro. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya