Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMUAN Puncak Keamanan Asia berakhir pada Minggu (5/6) setelah Tiongkok mengecam provokasi Amerika Serikat (AS) di Laut Cina Selatan dan menyatakan tidak gentar dalam perebutan wilayah perairan tersebut.
"Isu Laut Cina Selatan telah menjadi sangat sensitif karena provokasi beberapa negara untuk kepentingan diri mereka sendiri," ujar Komandan Angkatan Laut Tiongkok Sun Jiangou pada forum tahunan di Singapore.
Itu disampaikan Jiangou setelah sebelumnya Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan jika Tiongkok melakukan pembangunan apapun di pulau kecil dekat Filipina akan mengakibatkan tindakan dari AS dan negara lain.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang sedang berada Mongolia juga memperingatkan tindakan Tiongkok yang menerapkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) di atas wilayah perairan yang tengah diperebutkan.
"Kami akan mempertimbangkan ADIZ, di atas Laut Cina Selatan adalah tindakan provokasi yang akan meningkatkan tensi dan mempertanyakan komitmen Tiongkok untuk menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi," ujar Kerry.
Kerry juga mengatakan seharusnya sebuah negara tidak secara unilateral melakukan militerisasi di kawasan.
Kerry mengatakan itu setelah bertemu dengan Tiongkok di Beijing dan setelah surat kabar Hong Kong Cina Selatan (SCMP) memberitakan militer Tiongkok mempertimbangkan untuk memperluas beberapa zona.
SCMP melaporkan Tiongkok berencana meluaskan pos terluar di kawasan Scarborough 230 kilometer ke wilayah yang dinilai menjadi zona ekslusif ekonomi Filipina. Wilayah itu diambil Tiongkok pada 2012 yang melakukan patroli dan pengusiran nelayan Filipina berlayar di sana.
Tensi kembali meningkat menjelang putusan pengadilan arbitrase di Den Haag terkait kasus yang dibawa Filipina melawan Tiongkok yang mengatakan tidak akan menerima putusan apapun.
Terlebih karena AS yang dinilai Tiongkok melakukan provokasi dengan menempatkan pasukan udara dan lautnya di dekat perairan tersebut.
"Tiongkok secara tegas menolak. Kami tidak melakukan masalah tapi kami tidak takut akan adanya masalah," ujar Jiangou.
Dia juga menampik pernyataan Carter yang mengatakan Tiongkok berisiko melakukan penutupan diri dengan membangun dinding besar pengisolasian melalui ekspansi militer.
"Tiongkok tidak menutup diri di masa lalu. Kami tidak menutup diri dan tidak akan menutup diri di masa depan. Sebenarnya saya khawatir beberapa orang dan negara masih melihat mental Tiongkok seperti ketika perang dingin," tambah Jiangou.
Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian dalam forum tersebut mengatakan Uni Eropa (UE) turut serta dalam mengawasi kebebasan berlayar dan navigasi di Laut Cina Selatan. Dia juga mengatakan akan berbicara dengan negara-negara UE lainnya terkait isu ini.
Sebelumnya, Tiongkok telah mengklaim hampir semua Laut Cina Selatan meskipun berhadapan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Brunei, Malaysia, Vietnam dan Taiwan. Tiongkok bahkan membangun pulau buatan untuk pelatihan militer sebagai upaya menekan negara lain.
Menurut laporan Pentagon, Tiongkok bahkan telah menambah lebih dari 1.295 hektare pulau menjadi tujuh pulau kecil di kepulauan Spartlys. Pulau yang berada diluar rantai Scarborough.
Klaim teritori diberikan Tiongkok berdasarkan catatan sejarah yang dinilai kontroversial. Klaim itu membuatnya berhadapan dengan AS yang melakukan patroli di dekat pulau yang dikuasi Tiongkok untuk menegaskan kebebasan nevigasi di Selat Malaka.
Sebelumnya, Pentagon mengatakan dua tentara Tiongkok bulan lalu melakukan pencegatan tidak aman kepada pesawat pengintai AS di perairan internasional yang terbang di atas Laut Cina Selatan. (AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved