Dua Maskapai Korsel Berminat Terbang ke Manado dan Lombok

04/6/2016 02:49
Dua Maskapai Korsel Berminat Terbang ke Manado dan Lombok
(wikipedia)

SETELAH mendarat Kamis (2/6) pagi pukul 08.30 waktu setempat di Incheon Airport, Korea Selatan, dari perjalanan ke Conrad Hotel Seoul, Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung memulai One on One Meeting pada pukul 10.30.

Tidak sempat menyelonjorkan kaki atau bahkan sekadar istirahat minum teh ginseng khas Korea Selatan, dia langsung menerima tamu nonstop, dengan 8 bos perusahaan satu per satu, hingga sore menjelang makan malam.

"Persoalan kritis mengapa wisatawan mancanegara (wisman) asal Korea rendah itu adalah akses. Direct flight Seoul ke Jakarta dan Denpasar sangat terbatas, dan semua full service. Tidak ada LCC, low cost carrier," sebut Menpar mengenai alasan rendahnya kunjungan wisman asal Korsel ke Indonesia.

Karena itu, kesempatan bertemu muka dengan Presiden Jeju Air Mr Ken Choi dan GM Jeju Air Mr Park Hyuk dalam One on One Meeting itu menjadi istimewa.

"Kami tertarik untuk terbang ke Manado, karena bisa di-connect dari penerbangan kami ke Filipina. Ada dua hal yang harus kami tempuh dulu, pertama izin mendapatkan slot untuk mendarat di Manado. Kedua, kami harus punya mitra lokal, atau penerbangan Indonesia untuk bekerja sama," kata Choi, bos Jeju Air yang berdiri sejak 2005 itu.

Jeju Air merupakan maskapai penerbangan Negeri Ginseng yang sahamnya dimiliki oleh Aekyung Group (81,7%) dan Pemerintah Provinsi Jeju (4,54%). Maskapai itu lahir untuk menggenjot kunjungan wisatawan ke Jeju dan sekarang sudah menerbangi China, Jepang, Filipina, Vietnam, Thailand, Hong Kong, Taiwan, dan Guam. Di Filipina yang paling dekat dengan Manado, mereka bermitra dengan maskapai setempat Cebu Air.

"Kalau kami dibantu untuk izin terbang, dan mitra sesama LCC, seperti Lion, kami tertarik mengembangkan penerbangan ke Manado dan juga Lombok," ungkap Choi.

Manado bisa menjadi pintu masuk bagi wisman Korsel yang diangkut oleh Jeju Air untuk menyebar ke destinasi lain di Indonesia. Cukup dengan domestic flight. Jeju Air sendiri bermarkas di Jeju City dan terbang ke Seoul mendarat ke Gimpo International Airport. Perjalanan dari Jeju ke Filipina ditempuh dalam 4 jam, dan jika dilanjutkan ke Manado, mungkin hanya 5 jam.

"Masih masuk akal untuk direct flight. Oke, kami akan bantu dan follow up dari dua persoalan itu," jawab Menpar dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat (3/6).

Pertemuan kedua dengan Jin Air Co Ltd, maskapai LCC juga yang merupakan anak perusahaan Korean Air. Dulu Jin Air bernama Air Korea yang berdiri pada 2008 dengan hanya melayani rute regional di Korea saja. Oktober 2009, Jin Air mulai terbang ke Makau, Guam, dan Bangkok. "Sekarang kami juga terbang ke Honolulu, Hawai, Phuket, Kinabalu, Laos, dan Filipina," kata Mr Lee Kuang, Vice President of Jin Air. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya