Empat Perusahaan Korea Tertarik Investasi di Sektor Pariwisata RI

03/6/2016 23:37
Empat Perusahaan Korea Tertarik Investasi di Sektor Pariwisata RI
(Istimewa)

EMPAT investor besar Korea terpikat untuk menanamkan modal di sektor pariwisata Indonesia. Keempatnya ialah DW Development Co Ltd E&C, Lotte Group, AJU Group, dan Teddy Bear Group. Hal itu ditegaskan saat One on One Meeting dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Board Room Lantai 6 Conrad Hotel, Seoul, Korea Selatan, Kamis (2/6).

"Mereka serius, akan mengembangkan amenitas dan juga atraksi man-made di destinasi pariwisata kita,” ungkap Menpar dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat (3/6).

Dalam pertemuan itu, Menpar didampingi Dubes RI untuk Korsel John A Prasetio, Wakil Dubes Cecep Heryawan, Kepala Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Seoul Imam Soejoedi, Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana, Asdep Pengembangan Pemasaran Asia Pacific Vincen Jamedu dan Ketua Pokja 10 Top Destinasi Hiramsyah Sambudhy Thaib.

Bagi orang berlatar belakang bisnis seperti Arief, potensi investasi di pariwisata Indonesia sangat lah seksi. "Justru karena performance kami masih 10,4 juta wisatawan mancanegara. Di situlah peluang itu kelihatan nyata di depan mata. Opportunity-nya menjadi sangat besar," sebut Menpar.

Dari sisi jumlah wisatawan mancanegara, Indonesia jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang sudah 25 juta, Thailand 30 juta, dan Singapura 15 juta. Namun, potensi alam dan budaya Indonesia justru sebaliknya, jauh lebih hebat ketimbang tiga negara tetangga tersebut. "Mengapa performance tidak bagus? Orang bisnis melihat proyeksi, melihat masa depan. Bukan hanya performance," kata Arief.

Dengan sedikit sentuhan di 3A (atraksi, akses, dan amenitas) saja, Indonesia akan mengubah peta pariwisata di Asia Tenggara. Karena itu, Menpar sangat optimistis bisa mengatasi ketertinggalan itu. "Ini juga faktor terpenting. CEO Commitment. Baru sekarang ini, pariwisata menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, selain infrastruktur, pangan, energi, dan maritim. Artinya CEO negeri ini sangat committed," ujarnya.

Ketua Pokja Percepatan 10 Bali Baru, Hiramsyah, mempresentasikan ke-10 titik destinasi unggulan itu. Dari Danau Toba Sumatra Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika Lombok Selatan NTB, Labuan Bajo-Komodo NTT, Wakatobi Sultra, dan Morotai Maltara.

Khusus DW Development Co Ltd, yang serius bakal bermitra membangun Tanjung Lesung, Banten, ia menjelaskan potensi besar yang diprediksikan bakal 'meledak' 3-4 tahun ke depan. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya