Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 23 orang termasuk dua polisi tewas dalam bentrokan antara polisi India dan pengikut sebuah sekte revolusioner di Kota Mathura, India, kemarin.
Bentrokan pecah setelah polisi mengusir anggota sekte tersebut yang diduga menduduki lahan ilegal selama dua tahun terakhir.
Menurut keterangan pihak kepolisian, sekte yang beranggotakan sekitar 3.000 orang itu sudah mempersiapkan diri untuk menyerang polisi.
Mereka berada di atas pepohonan dan bahkan beberapa dari anggota sekte telah menyiapkan bahan peledak.
"Dua puluh tiga orang, termasuk dua polisi, tewas dalam bentrokan," kata Pradeep Bhatnagar, seorang pejabat sipil di wilayah Mathura, kepada kantor berita AFP.
Bhatnagar menjelaskan, "Delapan puluh orang luka-luka, termasuk 30 polisi. Sebagian besar dari mereka tertembak peluru dan dalam kondisi yang kritis."
"Dua puluh satu dari yang tewas ialah ekstremis yang menyerang polisi dan otoritas sipil dengan senjata dan bom dari dalam taman. Mereka juga membawa senapan otomatis dan bom rakitan," tambahnya.
Seorang perwira senior mengatakan pihaknya terpaksa melawan dengan melepaskan tembakan setelah anggota polisi ditembak mati anggota sekte yang dikenal dengan nama Swadhin Bharat Vidhik Satyagrah tersebut.
"Kami ke sana untuk membersihkan wilayah, tetapi ditembak para penjahat. Dua anggota kami meninggal," kata Inspektur Jenderal Polisi untuk Uttar Pradesh, Hari Ram Sharma.
Setelah kejadian itu, lebih dari 1.000 pengikut sekte Swadhin Bharat Vidhik Satyagrah ditangkap.
Polisi pun telah mengendalikan situasi di lokasi kejadian di Kota Mathura.
Operasi pembersihan terpaksa dilakukan setelah pihak berwenang memenangi putusan pengadilan untuk membongkar ratusan tenda dan bangunan darurat yang berdiri di atas lahan seluas 109 hektare yang duduki anggota sekte tersebut sejak 2014.
Dalam beberapa unggahan di media sosial, pengikut Swadhin Bharat Vidhik Satyagrah menggambarkan diri mereka sebagai kelompok revolusioner politik dan sosial.
Dalam tuntutan, mereka meminta penghapusan pemilihan dan penyediaan bahan bakar yang lebih murah untuk semua rakyat.
"Ideologi mereka mirip dengan Naxalite," kata Bhatnagar mengacu pada gerakan revolusioner Maois di bagian timur dan tengah India.
"Mereka ingin membebaskan India dari sistem pemerintahan sekarang ini, termasuk penghapusan jabatan perdana menteri dan presiden," tukasnya.
Swadhin Bharat Vidhik Satyagrah dipimpin Ram Vraksha Yadav.
Saat terjadi baku tembak, Yadav masih berada di lokasi kejadian.
Tidak lama kemudian, sang pemimpin sekte melarikan diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved