Menanti Langkah Terobosan Palestina-Israel

AFP/Hym/I-1
04/6/2016 03:01
Menanti Langkah Terobosan Palestina-Israel
(AFP/POOL/Kamil Zihnioglu)

PRESIDEN Prancis, Francois Hollande, kemarin, mendesak Israel dan Palestina untuk membuat langkah terobosan dan mengambil 'pilihan berani' untuk mewujudkan perdamaian antara dua negara itu.

Di sisi lain, hanya segelintir pihak yang meyakini kemajuan sesungguhnya dalam masalah konflik Israel-Palestina akan bisa diraih.

Komentar itu disampaikan Hollande saat membuka konferensi tentang konflik Palestina-Israel di Paris.

Pertemuan itu bertujuan meletakkan dasar bagi konferensi perdamaian komprehensif yang akan diadakan akhir tahun ini.

Pihak Israel dan Palestina sama-sama telah diundang ke pembicaraan tersebut dan Israel menunjukkan kemarahan mereka dengan membandingkan inisiatif Prancis dengan perjanjian Sykes-Picot 1916 untuk menetapkan perbatasan di kawasan itu.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, sekutu Israel, turut hadir dalam konferensi itu.

Namun, Washington menunjukkan kesangsian mereka bahwa pertemuan tersebut akan mampu menghasilkan banyak capaian positif atau terobosan.

"Kami tidak membawa proposal khusus ke pertemuan ini," kata seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS.

Hollande mengatakan sebuah solusi harus datang dari kawasan Timur Tengah, tapi pada akhirnya itu akan sangat bergantung pada sikap Israel dan Palestina 'untuk membuat pilihan berani bagi perdamaian'.

"Pembahasan tentang kondisi perjanjian abadi antara Israel dan Palestina harus memperhitungkan seluruh daerah," katanya kepada perwakilan sekitar 25 negara, plus perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan Liga Arab.

Meski skeptisisme atas perdamaian baru cukup tinggi, konsensus di antara beberapa diplomat menunjukkan bahwa setiap usaha akan membawa arti dan pengaruh ketimbang tidak ada sama sekali.

Beberapa pihak memercayai saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mempertemukan pihak Israel dan Palestina demi memecahkan salah satu konflik terlama di dunia itu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya