Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dan Perdana Menteri Malaysia Mohamad Najib membicarakan masalah tenaga kerja Indonesia dan penangkapan nelayan Malaysia.
Pertemuan bilateral kedua pemimpin pemerintahan tersebut dilakukan di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum on ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (1/6).
"Memang ada beberapa masalah yang dibicarakan. Masalah masyarakat Indonesia di Malaysia dan rencana kita mengurangi pengiriman TKI khususnya pembantu rumah tangga. Selain itu masalah perbatasan, masalah nelayan. Sekolah juga, bagaimana merealisasikan sekolah Indonesia di Serawak," ujar Wapres Kalla sesuai pertemuan.
Terkait pengurangan TKI pada tahun depan, pihaknya sudah pernah menyampaikannya sejak dua atau tiga tahun yang lalu. Pada tahun depan, jelas dia, pengiriman pembantu rumah tangga akan dihentikan untuk sementara waktu.
"Kita akan mengirim tenaga yang profesional, dilatih dulu dengan baik sehingga nanti menjadi asisten rumah tangga dengan gaji lebih baik dan lebih formal, bukan informal apalagi undocumented (ilegal)," ujar JK.
Menurut Wapres, yang menentukan TKI bekerja secara legal atau ilegal sebenarnya warga Malaysia. "Padahal di Malaysia juga ketat. Kalau mempekerjakan 'undocumented', majikannya kena hukum, tenaga kerjanya juga kena hukum," kata Kalla.
Demikian pula dengan penahanan nelayan asal Malaysia di Indonesia pada bulan lalu telah dibicarakan dalam pertemuan bilateral tersebut. Terkait masalah itu, Malaysia meminta kepada Indonesia agar membebaskan nelayan yang ditahan karena diduga memasuki wilayah perairan Indonesia secara ilegal.
Sebagai imbalannya, pihak Malaysia akan mengekstradisi dua oknum anggota Polri yang ditangkap di wilayah Kuching karena diduga menyalahgunakan narkoba pada 2014.
"Dia (PM Najib) yang meminta agar masalah itu diselesaikan dengan baik. Ya, kita selesaikanlah secara persahabatan," kata Kalla menanggapi tawaran dari kompatriotnya itu.
Mengenai nilai ekspor dan impor Indonesia-Malaysia yang sama-sama mengalami penurunan, dia beralasan bahwa antara kedua negara memiliki kesamaan beberapa jenis produksi, seperti kelapa sawit dan karet.
"Tapi kita ekspor jamu, kosmetik, dan pakaian, sedangkan Malaysia punya komponen-komponen elektronik yang diekspor ke Indonesia," kata Wapres didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno.
Sementara di sektor pariwisata, Indonesia lebih banyak mendapatkan kunjungan dari wisatawan asal Malaysia, terutama untuk tujuan Bandung, Jakarta, dan Batam.
"Mungkin perlu 'treatment' khusus transportasi udara agar lebih banyak lagi. Saat ini sudah ada Garuda, Lion, Air Asia dan lainnya," ujarnya.
WEF On ASEAN 2016 di Kuala Lumpur pada 1-2 Juni 2016 dihadiri Wapres, PM Najib selaku tuan rumah, PM Kamboja Hun Sen, PM Timor Leste Araujo, dan Wakil PM Vietnam Dinh Dong. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved