102 Orang Tewas akibat Miras Ilegal

MI/AFP/CNN/Pra/I-1
24/6/2015 00:00
102 Orang Tewas akibat Miras Ilegal
(AFP)
KORBAN tewas akibat mengonsumsi minuman keras (miras) ilegal di Laxmi Nagar, wilayah kumuh di Mumbai, India, hingga kemarin, mencapai 102 orang. "Jumlah korban tewas kini telah mencapai 102 orang dan 46 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit," ujar Wakil Komisaris Kepolisian Mumbai, Dhananjay Kulkarni.

Kulkarni juga menyatakan kepolisian telah menangkap empat pria dan dua perempuan di wilayah Malad, India. Keempatnya diduga merupakan peracik, pemasok, sekaligus pengedar miras ilegal yang mematikan tersebut. "Salah satu wanita yang kami tangkap diduga telah menjual miras ilegal di daerah tersebut selama 10 tahun," lanjut Kulkarni. Selain menangkap para peracik dan pengedar, Kulkarni menyebutkan delapan anggota kepolisian yang diduga terkait dalam kasus miras tersebut saat ini juga sudah dinonaktifkan.

"Kami yakin telah menyita semua miras ilegal sehingga jumlah korban tewas tidak akan lagi bertambah," imbuhnya.
Kepolisian juga masih menunggu hasil investigasi untuk memastikan kandungan metanol dalam miras ilegal. Metanol merupakan bentuk paling sederhana dari alkohol dan dikenal sangat beracun.

Unsur yang memiliki nama lain metil alkohol dan spiritus itu juga biasa digunakan sebagai bahan bakar dan pelarut industri. Selain karena harganya yang murah, di India, metanol sering ditambahkan ke minuman keras sebagai metode yang cepat untuk menaikkan kadar alkohol.

Miras ilegal di India biasanya diracik di desa-desa kemudian diselundupkan ke kota. Miras tersebut dijual seharga 10 sen per gelas atau sekitar sepertiga harga miras yang dijual secara resmi di pasaran. Sebagian besar korban miras merupakan penduduk miskin yang bekerja dengan penghasilan 50-100 rupee (sekitar Rp10 ribu-Rp20 ribu) per hari, semisal petugas kebersihan.

Uma Chandra Harijan, salah satu penduduk lokal yang suaminya dirawat di rumah sakit akibat menenggak miras ilegal, mengakui suaminya beserta para korban lain biasa mengonsumsi miras tersebut untuk mengatasi tekanan pekerjaan. "Mereka biasanya minum untuk mematikan indra penciuman karena mereka harus berurusan dengan sampah bahkan kotoran manusia setiap hari," kata Uma seraya menambahkan bahwa suaminya minum setiap malam.

Miras ilegal umum diketahui dan dikonsumsi di India. Kasus kematian akibat miras ilegal itu pun bukanlah yang pertama kali terjadi di India. Pada 2011, hampir 170 orang meninggal akibat kasus serupa di wilayah Bengal Barat, India. Adapun pada Januari lalu, setidaknya 25 orang tewas dan 125 lainnya dirawat di rumah sakit setelah meminum miras ilegal di Uttar Pradesh, India.

Meski begitu, insiden kematian akibat konsumsi miras ilegal di India jarang terjadi di kota-kota besar seperti Mumbai. Mayoritas kasus kematian akibat konsumsi miras ilegal terjadi di wilayah perdesaan yang dihuni penduduk miskin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya