Venezuela Ditekan Maduro Melawan

(AFP/Aya/I-1)
02/6/2016 00:20
Venezuela Ditekan Maduro Melawan
(AFP PHOTO / JUAN BARRETO)

MEROSOTNYA harga minyak mentah dunia dalam dua tahun terakhir membuat perekonomian Venezuela morat-marit. Pasalnya, mereka sangat bergantung pada komoditas tersebut sebagai produk andalan. Krisis ekonomi yang membuat inflasi melonjak hingga300% itu akhirnya juga berimbas pada krisis politik. Presiden Venezulea Nicolas Maduro, orang nomor satu di negeri itu, disebut-sebut sebagai penyebab kemerosotan tersebut. Bukan hanya pihak oposisi yang mengapungkan isu tersebut. Organisasi Negara-Negara Amerika (Organization of American States/OAS) pun ikut campur tangan.

Namun, Maduro bergeming dan justru menantang balik pihak oposisi. Dia juga menyerukan perlawanan terhadap ancaman persekongkolan internasional. Perang kata-kata antara Maduro dan OAS dimulai sejak sekretaris jenderal organisasi itu, Luis Almagro, berencana menggelar pertemuan darurat terkait krisis di Venezuela. Dalam surat setebal 132 halaman yang ditujukan kepada Presiden Dewan Permanen OAS, Almagro mengajukan rapat penting untuk 34 negara anggota OAS pada 10-20 Juni mendatang. "Krisis institusi Venezuela membutuhkan perubahan secepatnya melalui tindakan dari eksekutif," tandas Almagro. Rapat darurat itu diperlukan karena Venezuela berisiko menjadi negara tanpa aturan.

Dari dalam negeri, dewan legislatif yang dikendalikan oposisi juga meminta Almagro untuk mendorong pemberlakuan Inter-American Democratic Charter guna menguji apakah pemerintahan Maduro sudah berjalan sesuai standar. Di bawah Piagam OAS, Dewan Permanen bisa memberhentikan sementara keanggotan Venezuela dari organisasi tersebut. OAS merupakan organisasi interkontinental negara-negara di benua Amerika yang didirikan pada 30 April 1948 di Bogota, Kolombia. Organisasi itu bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat. Dalam menanggapi seruan itu, Maduro mengaku tak gentar. "Venezuela harus dihormati. Tidak ada seorang pun yang dapat memberlakukan piagam apa pun ke Venezuela. Saya mengumumkan perlawanan nasional terhadap ancaman ini."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya