Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH korban tewas akibat sengatan gelombang panas pada hari ketiga di Pakistan bagian selatan, hingga semalam, meningkat jadi 700 orang. Para petugas medis pun berjuang keras untuk mengatasi korban yang terus bertambah. Sebelumnya, rumah sakit-rumah sakit di Pakistan telah mengumumkan status darurat dalam merespons krisis tersebut. Korban tewas terparah terjadi di Karachi, kota terbesar di Paksitan dan ibu kota Provinsi Sindh.
Suhu di Karachi mencapai 45 derajat celsius sejak akhir pekan lalu. Terkait dengan jumlah korban tewas yang bertambah, pejabat senior bidang kesehatan, Sabir Memon, mengatakan sekitar delapan hingga 10 orang tewas di daerah lain di Provinsi Sindh.
"Lebih dari 450 orang tewas akibat serangan gelombang panas dalam tiga hari terakhir," kata Memon, kemarin. Jumlah itu lantas bertambah jadi 700, menurut laporan kantor berita BBC, semalam. Peristiwa mematikan yang memukul Pakistan datang berselang sebulan setelah negara tetangganya, India, dilanda gelombang panas yang tak kalah mematikan. Gelombang panas di India merenggut korban hingga 2.005 orang yang sebagian besar di Negara Bagian Andhra Pradesh dan Telangana.
Umumnya ratusan orang, terutama masyarakat miskin, meninggal di puncak musim panas saban tahun di India. Namun, jumlah korban meninggal tahun ini yang tertinggi kedua dalam sejarah negara itu. Kantor lembaga layanan cuaca Inggris, Met Office, yang berada di Pakistan, mengatakan suhu menyentuh 43 derajat celsius di Karachi pada Minggu (21/6) dan 49 derajat celsius di barat daya Kota Turbat, dekat perbatasan Iran. Suhu tertinggi di Karachi 47 derajat celsius pada 1979.
Semi Jamali, dokter di rumah sakit terbesar di Karachi, mengatakan pihaknya telah merawat sekitar 3.000 pasien yang menderita sengatan panas. Sengatan panas adalah kondisi yang bisa mengancam jiwa jika suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat celsius.
Menurutnya, lebih dari 200 dari korban gelombang panas diterima dalam keadaan tak bernyawa atau meninggal kemudian di rumah sakit. Pejabat rumah sakit yang lain mengatakan ada sekitar 67 orang meninggal di rumah sakit lain, yakni Rumah Sakit Sipil.
Kewalahan
Sementara itu, badan amal terbesar Pakistan, Edhi Welfare Organisation, mengatakan dua rumah duka mereka di Karachi telah menerima lebih dari 400 mayat. "Lebih dari 400 mayat sejauh ini telah diterima di dua kamar mayat dalam tiga hari terakhir," kata juru bicara Edhi, Anwar Kazmi. Dia juga menegaskan, "Kamar mayat telah melebihi kapasitas.
"Gelombang panas yang melanda Karachi kian diperburuk kurangnya pasokan listrik sehingga melumpuhkan sistem penyediaan air di kota berpenduduk 20 juta jiwa itu. Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif mendesak perusahaan listrik negara untuk berusaha memenuhi listrik masyarakat selama Ramadan yang dikeluhkan seiring dengan kedatangan gelombang panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved