Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANGTUA dari bocah tiga tahun, yang jatuh ke kandang gorila di Cincinnati dan menyebabkan pembunuhan atas satwa terancam punah itu demi menyelamatkan anaknya, kini menjadi sasaran penyelidikan terkait kejadian tersebut. Demikian dikatakan pihak kepolisian pada Selasa (31/5) waktu setempat atau Rabu (1/6) WIB.
Penyelidik memusatkan perhatian kepada langkah orangtua sang bocah sebagai penyebab kejadian pada akhir pekan lalu itu, dan bukan kepada pihak pengelola atau keamanan Kebun Binatang Cincinnati, tempat petugas menembak Harambe, gorila seberat 200 kilogram, kata Kantor Polisi Cincinnati dalam pernyataan.
"Kami menilai kembali dengan seksama bukti dari perkara itu," kata kantor polisi tersebut dalam akun Twitter resmi mereka.
Kepolisian Cincinnati melihat kembali kemungkinan akan tuduhan kejahatan dalam kejadian itu setelah pada awalnya mengatakan tidak seorang pun akan didakwa. "Begitu penyelidikannya dapat disimpulkan, mereka akan membicarakannya dengan pihak kami terkait kemungkinan dakwaan kejahatan," kata jaksa wilayah Hamilton, Joseph Deters.
Kepolisian pada Selasa juga memverifikasi anak yang jatuh ke dalam kandang itu berusia tiga tahun. Laporan awal mengatakan bahwa anak tersebut berusia empat tahun.
Saksi mengatakan bahwa anak itu ingin masuk ke dalam kandang dan memanjat pagar setinggi satu meter, kemudian terjatuh ke kandang sedalam 4,6 meter. Para pawang melumpuhkan gorila western lowland silverback itu setelah satwa itu menyeret dan melempar bocah tersebut, kata para pejabat.
Kemarahan yang memuncak atas tewasnya satwa terancam punah pada Sabtu itu memicu kritik terhadap kebun binatang dan orang tua anak tersebut. Petisi online di change.org menarik pendukung lebih dari 500.000 orang yang menuntut 'Keadilan bagi Harambe'.
Kematian gorila itu juga menyebabkan kelompok hak asasi satwa, Stop Animal Exploitation Now, untuk mengajukan keluhan tentang kelalaian pengelola kebun binatang kepada Departemen Pertanian Amerika Serikat pada Selasa.
Kelompok itu menuntut denda maksimal US$10.000. Kelompok itu mengatakan dalam surat keluhan mereka bahwa kemampuan anak itu untuk melewati pagarnya merupakan bukti bahwa kebun binatang itu lalai dan harus dikenakan denda atas sebuah 'pelanggaran yang jelas dan fatal terhadap Ketentuan Kesejahteraan Satwa'.
Ibu dari anak itu menuliskan dalam Facebook-nya bahwa anaknya mengalami benturan dan beberapa luka tetapi selebihnya baik-baik saja.
Thane Maynard, Direktur Kebun Binatang dan Taman Botani Cincinnati, pada Senin (30/5) mempertahankan keputusannya untuk menembak Harambe, dengan mengatakan bahwa satwa itu tidak sekadar membahayakan nyawa bocah itu tetapi memang benar-benar telah melukainya.
Pejabat kebun binatang tidak dapat dimintai komentar terkait keluhan kelalaian itu atau tentang penyelidikan polisi, tetapi mengatakan bahwa pertunjukannya masih aman dan telah memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan. Pameran Dunia Gorila itu ditutup sejak insiden tersebut terjadi dan akan kembali dibuka pada Sabtu (4/6) mendatang.
Melihat insiden itu dari sudut pandang Harambe, mantan pawangnya, Jerry Stones, mengatakan bahwa penerobosan ke habitatnya itu membingungkan. "Di sini adalah hewan, yang memiliki barang aneh di rumahnya," kata Stones kepada CNN.
"Dia mengenalii orang dewasa tetapi dia belum pernah berada di sekitar anak-anak. Memiliki bau yang sama, dan tampak yang juga sama, tetapi 'apa ini? apakah saya dapat memainkannya? apakah saya harus takut akan ini? apa yang akan saya lakukan?' itulah yang ada di pikirannya."
Bahkan, calon Presiden dari Partai Republik, Donald Trump, ikut membahasnya dalam jumpa pers, dengan mengatakan bahwa 'cara dia membawa anak itu hampir sama dengan bagaimana seorang ibu membawa anaknya. Sangatlah indah melihat gorila kuat seberat 200 kilogram itu, bagaimana cara dia memperlakukan anak itu. Namun, hanya memerlukan satu detik, satu gerakan jarinya saja'.
Di alam liar, gorila punggung perak jantan dewasa seperti Harambe ialah pemimpin sekawanan gorila, yang dikenal dengan sebutan pasukan. Mereka menumbuhkan bagian berwarna keperakan di punggung mereka saat tumbuh dewasa. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved