Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH pengungsi akibat perang di Afghanistan meningkat dua kali lipat sejak 2012, yaitu mencapai 1,2 juta orang. Angka ini menunjukkan pengabaian dunia internasional terhadap situasi di Afghanistan. “Sementara perhatian dunia tampaknya telah beralih dari Afghanistan, kita lantas melupakan nasib mereka yang ditinggalkan akibat konflik,” kata Direktur Amnesty International Asia Selatan, Champa Patel, Selasa (31/5). “Bahkan, setelah mereka melarikan diri dari rumah untuk mencari perlindungan, semakin banyak warga Afgha nistan mendekam dalam kondisi yang mengerikan di negara mereka sendiri, dan berjuang untuk kelangsungan hidup mereka,” sambungnya.
Dikatakan Patel, saat ini ba nyak warga sipil yang terperangkap dalam situasi konflik yang makin hari makin memburuk. Dalam laporannya yang berjudul Anak-Anak Saya akan Meninggal Musim Di ngin ini: janji Afghanistan yang Di ingkari bagi para Pengungsi, kelompok hak asasi itu memperingatkan bahwa kurangnya pelayanan dasar telah mendorong banyak dari warga Afghanistan tercerabut dari rumah mereka ke tubir kelangsungan hidup.
Berdasarkan catatan lembaga berbasis di London, Inggris itu, pada April 2016 secara mengejutkan diketahui sebanyak 1,2 juta warga Afghanistan mengungsi. Pada 2012, pengungsi tidak sampai 500 ribu warga. Dalam laporannya, Amnesty International juga menyaji kan kondisi-kondisi memprihatinkan di kamp-kamp pengungsi, seperti kekurangan makanan, air bersih, dan ke sehatan. “Bahkan binatang pun pasti tidak akan mau tinggal di pondok ini, tetapi mau ke mana lagi?,” ujar Mastan, seorang wanita 50 tahun yang tinggal di sebuah kamp di Herat.
Sementara itu, serangan Taliban kemarin semakin menunjukkan situasi berbahaya di negeri itu. Kelompok tersebut menembak mati sedikitnya 16 orang dan menculik puluhan orang lainnya dari empat buah bus yang tengah melaju di Distrik Aliabad, Provinsi Kunduz. Distrik di wilayah utara Afghanistan ini direbut Taliban tahun lalu. Para pejabat mengatakan empat bus yang sedang membawa sekitar 200 wisatawan tersebut tengah menuju Kabul ketika dihadang kelompok Taliban bersenjata.
“Taliban menembak 16 orang dan menahan lebih dari 30 orang lainnya,” ujar Sayed Mahmood Danish, juru bicara gubernur provinsi itu. Komandan Polisi Shir Aziz Kamawal mengatakan korban tewas sebanyak 17 orang. Kamawal juga mengatakan kelompok ini telah membebaskan beberapa orang, tetapi masih menahan sejumlah besar orang lainnya. Penduduk Aliabad mengatakan Taliban menggunakan tempat ibadah setempat untuk menggelar pengadilan tidak resmi, memeriksa tanda pengenal penumpang, dan menginterogasi mereka untuk mengetahui keterlibatan dengan pemerintah. (AFP/Ths/Ihs/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved