Pergelaran Wayang Kulit Hibur Masyarakat Moskow

30/5/2016 22:29
Pergelaran Wayang Kulit Hibur Masyarakat Moskow
(Foto istimewa)

SUARA gamelan nan mendayu merdu dan suara bariton Ki Dalang Prof Andrik Purwasito yang melantunkan epik wayang kulit 'Sang Garuda Jaya' mengundang decak kagum sekitar 200 pengunjung di tenda khusus yang dibangun Kedutaan Besar RI di Moskow, Rusia, akhir pekan lalu, tepatnya Jumat (27/5).

Dubes RI untuk Rusia merangkap Belarus, Wahid Supriyadi, terharu menyaksikan banyaknya mahasiswa Indonesia dan Rusia, Indonesianis warga Rusia maupun warga Indonesia yang bermukim di Moskow, hanyut menikmati indahnya melodi gamelan yang dimainkan kolaborasi staf KBRI Moskow dan ibu-ibu Darma Wanita Persatuan. Semilir angin musim semi dan suhu plus 18 derajat semakin menyamankan suasana.

Pentas wayang kulit 'Sang Garuda Jaya' yang dibawakan Ki Dalang Prof Andrik Purwasito dari Universitas Sebelas Maret Solo, merupakan versi singkat 1 jam dalam bahasa Indonesia dan baru pertama kali diselenggarakan di Rusia.

"Pergelaran ini sebagai wujud syukur keberhasilan pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dengan Presiden Vladimir Putin di Sochi, minggu lalu, dan ke depan akan banyak kegiatan dilaksanakan KBRI Moskow,” ujar Dubes Wahid yang baru dua bulan menempati pos barunya di Rusia.

"Tanggal 20-21 Agustus nanti di Hermitage Park akan diselenggarakan Festival Indonesia dan akan ditampilkan kembali pergelaran wayang kulit yang lebih besar," lanjut Dubes Wahid saat membuka secara resmi kegiatan dalam keterangan tertulis yang diterima media, Senin (30/5).

Lakon 'Sang Garuda Jaya' merupakan bagian epik Mahabrata dan mengisahkan senjata sakti yang dimiliki Arjuna hasil tapa selama enam tahun di Indrakila. Dengan senjata tersebut dan bantuan Kresna dan Punakawan, Arjuna pun berhasil mengalahkan Kurawa pimpinan Newoto Kawoco yang bermaksud merebut senjata dan mengacaukan negara Kahyangan Junggring Saloko.

Ratusan pengunjung seksama menikmati alunan merdu gamelan dan menyungging senyum bahkan tertawa atas banyolan Ki Dalang memainkan wayang. Sinopsis yang dibagikan sebelumnya membuat pemirsa mudah memahami dan menangkap pesan moral cerita.

"Saya sangat menikmati alunan musik gamelan, sangat unik dan membuat rileks,” ujar Nikita Yurchikov, mahasiswa jurusan Politik ISAA yang pernah setahun kuliah di UI Depok dalam program Darmasiswa. Nikita juga menyatakan ketertarikannya untuk belajar gamelan di KBRI Moskow.

Sementara itu, Ami Intoyo yang telah lebih 50 tahun bermukim di Moskow, menyatakan kegembiraannya atas pertunjukan wayang itu karena mengingatkannya pada masa kecil ketika tinggal di Indonesia.

Pergelaran gamelan dan wayang kulit di KBRI Moskow akan terus ditingkatkan sebagai medium diplomasi budaya guna mendekatkan people-to-people contact antara masyarakat Indonesia dan Rusia. Diharapkan acara ini dapat mendongkrak kenaikan angka kunjungan warga Rusia ke Indonesia yang pada 2015 lalu hanya berjumlah 66.000 orang. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya