Insiden Fukushima Jadi Fokus Utama Atomexpo

Sabam Sinaga
30/5/2016 21:37
Insiden Fukushima Jadi Fokus Utama Atomexpo
(Kyodo News via AP)

INSIDEN yang terjadi di Fukushima dan Chernobyl hendaknya tidak membuat proyek pengembangan energi nuklir menjadi terhenti. Hal itu justru memacu semua pihak, khususnya para ilmuwan, untuk mencari solusi dengan melakukan terobosan baru sehingga bencana serupa tidak terjadi lagi.

Lembaga Energi Nuklir Internasional (The International Atomic Energy Agency/IAEA) menyoroti perkembangan energi nuklir di dunia, terutama negara berkembang. Faktor keselamatan pada pembangunan infrastruktur energi nuklir hingga kini masih menjadi perhatian dunia.

Ini diungkapkan Deputi Dirjen IAEA MV Chudakov saat pembukaan VIII International Forum ATOMEXPO 2016 di Moskow, Rusia, Senin (30/5), seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia Sabam Sinaga. "Banyak negara berkembang kini ingin mengembangkan pembangkit nuklirnya. Namun, mereka juga tetap memikirkan tentang keamanan dari sumber energi ini terutama terkait infrastrukturnya," jelas Chudakov.

Dia mengatakan, energi nuklir terus berkembang setiap tahun. Ini bisa terlihat pada pembangunan pembangkit nuklir yang bertambah. Rusia, menjadi salah satu negara yang telah sejak lama dikenal sebagai pemain dalam pengembangan energi nuklir.

Tepatnya sejak 1954, negara ini mulai masuk ke energi nuklir. Sebagai operator, Rusia membantu banyak negara dalam pengembangan nuklir. Pengembangan kini terutama dengan sumber energi terbaru. IAEA, kata dia, turut berupaya membantu negara-negara berkembang yang ingin mengembangkan energi nuklir dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami percaya dengan masa depan energi nuklir dan percaya pembangkit nuklir aman dan reliable dan berlanjut (pengembangannya) di banyak negara," jelas dia.

Senada, Direktur Jenderal Asosiasi Nuklir Dunia (WNA) Agneta Rising mengakui nuklir masih menjadi sumber energi pembangkit potensial. "Tetap masih ada opportunity terutama pada keamanan nuklir. Banyak proyek industri diluncurkan di banyak negara tapi isu keamanan masih menjadi perhatian," tutur dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pertama untuk Pengembangan dan Bisnis Internasional Rosatom KB Komarov mengatakan, pihaknya senang bisa memfasilitasi banyak pihak pada forum yang sudah berlangsung selama beberapa tahun ini.

"Banyak yang tertarik pada energi nuklir di dunia. Kami percaya potensi energi ini besar dan saya harap event ini akan mendemonstrasikan kekuatan pembangkit nuklir," kata dia.

Forum Internasional VIII ATOMEXPO 2016 berlangsung pada 30 Mei sampai 1 Juni di Exhibition Center Gostiny Dvor di di Moskow, Rusia.

Selain ekshibisi, forum ini menggelar seminar yang mendatangkan narasumber dari Rusia dan negara-negara lain. Ajang yang berlangsung hampir setiap tahun ini menjadi pameran terbesar dan ajang pertemuan serta negosiasi antara para pimpinan negara dan perusahaan dari sektor tenaga nuklir di seluruh dunia. Diskusi berfokus pada isu-isu penting dari industri tenaga nuklir dan bentuk kecenderungan pengembangan lebih lanjut nuklirnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya