Separatis Tewaskan Dua Tentara Filipina

AFP/Ths/I-3
31/5/2016 03:01
Separatis Tewaskan Dua Tentara Filipina
(AFP/RICHELE UMEL)

DUA tentara Filipina tewas dalam bentrok senjata dengan kelompok militan di sebuah daerah pegunungan terpencil di wilayah selatan Filipina.

Demikian pernyataan yang dikeluarkan pihak militer Filipina, kemarin.

Selain dua orang tewas, 10 tentara lainnya juga terluka dan sekitar 2.000 warga mengungsi selama bentrokan senjata terjadi.

Kelompok militan tersebut berasal dari faksi Maute yang telah bersumpah menjadi bagian dari kelompok Islamic State (IS).

Kepada kantor berita AFP, para pejabat keamanan mengatakan bahwa operasi militer terhadap kelompok Maute di Provinsi Lanao del Sur mulai dilaksanakan pada Rabu (25/5) pekan lalu dan akan terus dilanjutkan.

"Mereka kembali ke perkemahan mereka dan kami tidak mampu mencegahnya karena pasukan sedang dikerahkan ke daerah lain," jelas komandan militer daerah setempat, Kolonel Roseller Murillo.

Murillo menambahkan, para milisi mulai kembali ke lokasi mereka ketika militer harus meninggalkan daerah pegunungan untuk menjaga keamanan seiring dengan digelarnya pemilihan umum nasional pada 9 Mei lalu.

Pihak intelijen militer mengklaim pihaknya berhasil membunuh sekitar 37 anggota kelompok militan.

Namun sejauh ini, klaim tersebut belum dikonfirmasi lebih lanjut.

Jenderal Gerardo Barrientos, Komandan Divisi Serangan Militer

Filipina meyakini kelompok militan tersebut memiliki anggota hanya sekitar 100 orang.

Namun, kelompok tersebut tetap menjadi ancaman keamanan setelah markas mereka diserang militer pada Februari lalu.

"Kelompok ini bermaksud mendapatkan kembali daerah tersebut," kata Barrientos.

Militer bersiaga penuh untuk mengantisipasi aksi balas dendam kelompok separatis yang berafiliasi dengan IS tersebut.

Semasa pemerintah Presiden Benigno Aquino, gerakan kelompok separatis meredup dengan terwujudnya kesepakatan damai dengan kelompok separatis Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Namun, kesepakatan damai itu runtuh setelah parlemen gagal mengeluarkan undang-undang wilayah otonomi yang dijanjikan Aquino.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya