Empat Tewas dalam Insiden 'Memorial Day' Berdarah di Chicago

Thomas Harming Suwarta
30/5/2016 19:59
Empat Tewas dalam Insiden 'Memorial Day' Berdarah di Chicago
(AFP PHOTO / Mark Ralston)

SETIDAKNYA 40 orang menjadi korban penembakan selama Memorial Day pada akhir pekan lalu, di Chicago, Amerika Serikat. Empat di antara korban penembakan dinyatakan tewas. Demikian dikatakan Departeman Kepolisian Chicago, AS, pada Minggu (29/5) waktu setempat.

Dilaporkan, pada Sabtu (28/5) siang seorang lelaki berusia 27 tahun ditembak di kepalanya dan dinyatakan meninggal di lokasi di pinggiran selatan Chicago. "Satu senjata api ditemukan di lokasi, tetapi tidak jelas apakah senjata itu milik korban atau orang yang menembak korban,” kata juru bicara Kepolisian Chicago Opsir Michelle Tannehill seperti dilaporkan AFP.

Korban tewas lainnya ialah Veronica Lopez, 15, dan seorang pria berusia 25 tahun, serta satu lagi pria berusia 23 tahun.

Memorial Day biasanya menandai awal musim panas di Chicago, ketika kota tersebut membuka kembali semua pantai Danau Michigan. Dalam peringatan itu, mereka melanjutkan pesta kembang api rutin di Dermaga Angkatan Laut dan meluncurkan bermacam acara rekreasi serta pertandingan olahraga.

Dan akhir pekan Memorial Day kali ini menunjukkan betapa meningkatnya kekerasan. Pada peringatan yang sama tahun lalu, 12 orang tewas dan tidak kurang dari 44 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menurut data Kepolisian Chicago, hingga Jumat (27/5) pagi, angka bunuh diri di Chicago melonjak 52% pada 2016 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan angka penembakan juga naik sampai 50%. Lima bulan pada 2016 telah menyaksikan sedikitnya 233 orang tewas di Chicago.

Akibat seringnya aksi pidana, tingginya pajak, buntunya anggaran negara, dan tingginya tingkat pengangguran, penduduk di daerah Metropolitan Chicago telah mulai berkurang untuk pertama kali sejak 1990. (Ths/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya