Presiden Jokowi Bawa Misi Gaet Investor ke Jepang

Rudy Polycarpus
26/5/2016 22:47
Presiden Jokowi Bawa Misi Gaet Investor ke Jepang
(AFP/Foreign Ministry of Japan/HO)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Widodo tiba di Bandar Udara Nagoya, Jepang, pada pukul 17.40 waktu setempat, Kamis (26/5).

Presiden ke Jepang dalam rangka kunjungan kerja terkait dengan pertemuan G7 Outreach Meeting pada Jumat (27/5) besok yang merupakan undangan dari Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Begitu tiba, Presiden mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena di Hotel Kanko Nagoya. Besok, Jokowi baru menggelar pertemuan dengan dengan semua kepala negara anggota G7. Negara-negara anggota G7 ialah Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang.

Anggota Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana mengatakan, dalam pertemuan tersebut akan dibahas dua isu besar, yakni stabilitas, kesejahteraan Asia, serta pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, dan kesehatan global.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi diminta untuk menjadi pembicara utama dalam pembahasan mengenai stabilitas dan kesejahteraan Asia. Termasuk isu pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, dan kesehatan global," ujarnya.

Ari menambahkan, di sela-sela G7, Presiden akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Francois Hollande dan Shinzo Abe.

Presiden Jokowi, kata Ari, berharap kehadiran Indonesia di Pertemuan G-7 Outreach bisa bermanfaat bagi peningkatkan kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan-tantangan bersama.

Turut serta mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam penerbangan menuju Jepang, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, dan Ketua DK OJK Muliaman Hadad.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pertemuan tersebut akan dimanfaatkan Indonesia untuk menggaet investor, salah satunya proyek kereta api cepat beserta infrastrukturnya.

"Pemerintah Jepang telah mengajukan keinginan untuk dua hal, yakni Pelabuhan Patimban di Subang dan kereta sedang Jakarta-Surabaya," ujarnya.

Ketika ditanya berapa nilai proyek tersebut, Pramono mengaku belum mengetahui detailnya. Namun, setahu dia, salah satu tujuan proyek itu mempercepat waktu tempuh Jakarta-Surabaya. (Pol/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya