IS Digempur di Dua Kota

(AFP/Ihs/I-2)
27/5/2016 01:40
IS Digempur di Dua Kota
(AP)

PETEMPUR Suriah dan pasukan keamanan Irak yang didukung Amerika Serikat (AS) melancarkan dua serangan untuk merebut dua kota yang dikuasai kelompok Islamic State (IS), yakni Raqa di Suriah dan Fallujah di Irak, Rabu (25/5) waktu setempat. Kedua serangan itu merupakan upaya menekan IS dengan menghancurkan wilayah basis kekuatan mereka. Sejak operasi militer untuk merebut Fallujah dimulai, Senin (23/5), pasukan Irak yang juga didukung milisi propemerintah terus merangsek menuju kota tersebut dari wilayah sekitar. Komandan operasi untuk Provinsi Anbar, wilayah kota Fallujah berada, Mayor Jenderal Ismail al-Mahalawi, mengatakan, dalam serangan Rabu (25/5) tersebut, pasukan Irak menyerbu ke wilayah selatan. Operasi itu didukung serangan udara koalisi pimpinan AS dan angkatan udara Irak.

Di utara Suriah, aliansi Kurdi-Arab yang juga didukung serangan udara pasukan koalisi juga memerangi markas IS di Raqa. Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dibentuk pada Oktober 2015 mengumumkan menyerbu wilayah utara kota pelabuhan yang terletak sekitar 90 kilometer di selatan perbatasan Suriah-Turki dan dihuni sekitar 300 ribu jiwa itu. Pasukan yang didominasi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan gabungan pasukan Arab muslim dan Kristen itu telah menguasai dua kota di utara Raqa, yakni Tal abyad dan Ain Issa. Pengawas Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah mengatakan 10.000 hingga 15.000 Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) dikerahkan dalam serangan itu. Juru bicara aliansi Kurdi-Arab, Talal Sello, mengatakan pertempuran berlangsung di perdesaan.

"Belum ada rencana untuk membebskan Kota Raqa, kecuali dalam serangan mendatang setelah operasi ini. Tergantung pada situasi," ujarnya. Meningkatnya serangan-serangan terhadap markas IS tersebut dikhawatirkan memicu bencana kemanusiaan. Ribuan penduduk sipil yang berada di kedua kota tersebut dikhawatirkan menjadi korban dan dijadikan tameng manusia oleh IS. Seperti di Kota Raqa, Suriah, kelompok IS menutup semua terminal bus untuk mencegah penduduk sipil meninggalkan kota. Sementara itu, di Kota Fallujah, Irak, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hanya 800 orang yang berhasil melarikan diri sejak serangan terjadi. Sekitar 50.000 warga sipil terjebak di kota itu. PBB juga melaporkan cadangan makanan makin menipis dan obat-obatan telah habis.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya