Galakkan Diplomasi Keamanan Maritim

(Ths/I-2)
26/5/2016 04:10
Galakkan Diplomasi Keamanan Maritim
(ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

BERBAGAI macam persoalan keamanan di laut mulai dari perompakan, illegal fishing, peredaran narkoba, terorisme, dan masalah perbatasan harus menjadi masalah bersama yang dihadapi negara-negara ASEAN. Langkah yang bisa dilakukan, misalnya menggalakkan diplomasi keamanan maritim di antara sesama negara ASEAN. Demikian ditegaskan oleh Deputi I Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim dan Sumber Daya Arif Havas Oegroseno dalam seminar bertajuk The Prospect for Maritime Law Enforcement Cooperation in the Region di Jakarta Selatan, Rabu (25/5). Menurut dia, kerja sama antara negara-negara ASEAN untuk masalah-masalah terkait kemaritiman sudah ada wadahnya melalui ASEAN Maritime Forum.

Hanya, kata dia, bagaimana pun isu-isu yang dihadapi di ASEAN ialah isu-isu spesifik yang terkait dengan negara tertentu saja. "Makanya lebih baik kita dorong melalui diplomasi antarnegara di ASEAN. Misalnya, terkait dengan Filipina ya harus dibangun ke sana, meskipun rumah bersama kita tetap ASEAN. Ini akan efektif," katanya. Di tempat yang sama, Direktur Hukum Badan Keamanan Laut Laksamana TNI Yuli Darmawanto menegaskan dalam rangka kerja sama di regional ASEAN, Bakamla sudah melakukan kerja sama dengan lembaga serupa di luar negeri. "Pada tingkatan kelembagaaan, kami sudah memiliki forum bersama. Beberapa kali juga melakukan pertemuan supaya penegakan hukum di laut juga bisa berjalan efektif," kata Yuli



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya