Bara Antardua Negara Berideologi Komunis

(Heryadi/I-3)
26/5/2016 00:50
Bara Antardua Negara Berideologi Komunis
(AP Photo/Na Son Nguyen)

REPUBLIK Sosialis Vietnam atau Vietnam dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sejatinya ialah sama-sama negara komunis. Kedua negara juga sama-sama dikuasai satu partai tunggal Partai Komunis China (PKC)di Tiongkok dan Partai Komunis di Vietnam. Namun, hubungan antardua negara seideologi yang berbatasan wilayah itu lebih banyak menyimpan bara. Kedua militernya terlibat perang di daerah perbatasan pada 1975. Padahal, baru beberapa tahun sebelumnya, Tiongkok mengirimkan senjata kepada Vietnam untuk mengusir pasukan Amerika Serikat (AS) di Perang Vietnam. Perang perbatasan dengan Tiongkok pun masih menggunakan senjata bantuan Tiongkok. Bentrokan kembali pecah dalam perebutan pulau di Laut China Selatan pada 1988 yang menewaskan puluhan orang. Kasus yang sama juga memicu kerusuhan anti-Tiongkok pada 2014.

Terakhir ketegangan terjadi Januari lalu ketika Tiongkok memasang rig di kepulauan yang diklaim Vietnam. Permusuhan rakyat kedua negara telah berakar sejak berabad-abad silam yang dipicu oleh dominasi Tiongkok di negeri penghasil beras itu. Sebagai bentuk kebencian terhadap Tiongkok, di berbagai wilayah Vietnam didirikan monumen Trung Sisters atau Hai Ba Trung, dua kesatria perempuan Vietnam yang tewas dalam pertempuran dengan Tiongkok pada 43 Masehi.
Lalu di berbagai kota di Vietnam dipastikan terdapat nama jalan Le Loi Street. Nama tersebut ialah Kaisar Vietnam yang mengalahkan dominasi Dinasti Ming di Vietnam pada 1427.

Kedua negara baru memasuki masa mesra ketika pemimpin Tiongkok Mao Zedong membentuk aliansi dengan pemimpin Vietnam Ho Chi Minh pada 1959. Namun, hubungan itu pun ibarat menyimpan bara, tidak berjalan sebagai mana mestinya. Kini di tengah ketegangan kedua negara, AS, mantan musuh Vietnam masuk dengan mencabut embargo senjata dan membawa janji investasi. 'Paman Sam' bahkan berjanji akan melindungi Vietnam untuk menegaskan keamanan jalur laut di Laut China Selatan. Juru bicara Kemenlu Tiongkok, Hua Chunying, menyambut baik pemulihan hubungan Vietnam-AS itu kendati tetap waswas. Apalagi, AS memberi dorongan bagi Vietnam untuk melawan dominasi Tiongkok di Laut China Selatan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya