Taliban Tunjuk Pemimpin Baru

(AFP/Drd/I-1)
26/5/2016 00:20
Taliban Tunjuk Pemimpin Baru
(Afghan Islamic Press via AP)

KELOMPOK Taliban mengumumkan Haibatullah Akhundzada, tokoh agama yang kurang begitu terkemuka sebagai ketua mereka, Rabu (25/5). Transisi kekuasaan Taliban resmi diumumkan setelah kematian Mullah Mansour akibat serangan drone atau pesawat nirawak milik Amerika Serikat (AS) beberapa hari lalu. Pengumuman tersebut disampaikan bersamaan dengan aksi bom bunuh diri yang dilakukan anggota Taliban di dekat Kota Kabul. Pelaku yang menyimpan bomnya pada kaki itu menewaskan 10 pegawai pengadilan. Akhundzada dikenal sebagai tokoh pemersatu di kalangan kelompok militan Taliban yang sempat terpecah. Namun, sejauh ini, masih belum jelas apakah dia akan mengikuti gaya kepemimpinan Mansour yang menolak damai dengan pemerintah Afghanistan. "Haibatullah Akhundzada ditunjuk sebagai pemimpin baru Emirat Islam (Taliban) setelah mendapat persetujuan bersama dewan syura dan semua anggota dewan syura berjanji setia pada dia," demikian pernyataan resmi gerakan Taliban.

Tokoh Taliban lain, Sirajuddin Haqqani yang diburu pasukan AS dan Mullah Yakoub, anak dari Mullah Omar, pendiri gerakan Taliban, ditunjuk sebagai wakil Akhundzada. "Pemimpin Emirat Islam Afghanistan dan komandan terpercaya, Mullah Akhtar Mansour telah menjadi martir dalam serangan drone AS di Provinsi Balochistan, Pakistan," demikian penjelasan Taliban. Itu merupakan statemen resmi pertama kelompok itu terkait kematian Mansour. Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama telah mengonfirmasikan tentang kematian tokoh pemimpin Taliban tersebut. Obama menegaskan bahwa Mansour telah menolak tawaran damai dan bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan. Sosok Ulama Pengamat Taliban, Rahimullah Yousafzai mengatakan terpilihnya Akhundzada, diyakini tidak akan mengubah kebijakan kelompok fundamentalis tersebut.

"Saya tidak melihat ada perubahan kebijakan yang ditetapkan Mansour. Dia (Akhundzada) tidak mungkin bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan," jelasnya. Beberapa pengamat lainnya mengatakan bahwa Akhundzada adalah salah satu wakil Mansour. Namun dia lebih dikenal sebagai ulama daripada seorang komandan pasukan. "Bahkan jika dia setuju perjanjian damai, dia tidak mungkin melakukannya tanpa persetujuan dewan syura yang selama ini menolak negosiasi," kata Amir Rana, seorang pengamat Taliban. Serangan drone dengan target Mansour dilakukan Washington karena tipisnya harapan perjanjian damai antara Kabul dan Taliban dapat dilaksanakan. Padahal rencana perdamaian itu telah diusulkan pada musim panas lalu. Di sisi lain, serangan bom bunuh diri dilakukan anggota Taliban telah menewaskan 10 pegawai pengadilan di dekat Kota Kabul.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya