Perlakuan terhadap Marcos Dikecam

(AFP/Aya/I-1)
25/5/2016 01:00
Perlakuan terhadap Marcos Dikecam
(AFP PHOTO / MANMAN DEJETO)

PRESIDEN terpilih Filipina, Rodrigo Duterte berencana memakamkan jenazah bekas Presiden Ferdinand Marcos di taman makam pahlawan. Namun, rencana tersebut menuai kecaman. Marcos, mantan diktator yang berkuasa sejak 1966, digulingkan lewat people’s power pada 1986. Dia wafat tiga tahun kemudian. Saat ini, mayat Marcos masih diawetkan di dalam peti kaca. Menurut Duterte, menguburkan Marcos di makam pahlawan akan mengakhiri perbedaan pandangan di tengah masyarakat terhadap sosok mantan pemimpin yang dianggap kejam dan korup itu.

Namun, para aktivis hak asa si manusia (HAM) dan keluarga korban kejahatan tentara pemerintahan Marcos tidak setuju dengan rencana itu. Mereka khawatir hal tersebut akan mengakhiri pengusutan kasus pelanggaran HAM yang pernah dilakukannya di masa silam. “Mengubur dia (Marcos) di makam pahlawan akan membersihkan seluruh kejahatan yang dia lakukan terhadap rakyat dan akan memberi pesan keliru bagi dunia bahwa di Filipina pelaku kejahatan itu dihargai,” kata Bonifacio Ilagan, aktivis yang sempat ditahan dan disiksa tentara Marcos, kemarin. “Keluarga korban masih merasakan luka karena tidak adanya keterbukaan,” kata Nilda Lagman-Sevilla, ketua kelompok keluarga korban kejahatan militer. (AFP/Aya/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya