Skandal Korupsi Hantam Pemerintah Sementara Brasil

Thomas Harming Suwarta
24/5/2016 20:59
Skandal Korupsi Hantam Pemerintah Sementara Brasil
(AP Photo/Eraldo Peres)

BELUM lama mengambilalih kekuasaan dari Dilma Rousseff, Presiden sementara Brazil Michel Temer kini menghadapi krisis besar dalam pemerintahannya. Pasalnya, Senin (24/5) seorang menteri kunci dalam kabinetnya yaitu Menteri Perencanaan Brazil Romero Juca mengundurkan diri.

Juca mundur dari jabatannya menyusul bocornya rekaman di mana ia ikut di dalam pembicaraan yang isinya membahasa proses impeachment Dilma Rousseff sebagai upaya menggagalkan penyeleidikan skandal korupsi besar, Petrobas yang diketahui banyak menyeret nama-nama penting politsi Brazil baik yang duduk di eksekutif, legislatif, maupun pucuk pimpinan di Petrobas sendiri.

Juca dalam pernyataannya, mengatakan ia juga tidak berharap akan bisa kembali lagi ke jajaran kabinet Temer, seperti diberitkan situs berita Globo.

Bagi Temer tentu ini adalah skandal yang bisa sangat mengancam terutama dari lawan politiknya termasuk Media di Brazil yang menyoroti ini. Temer yang baru 11 hari mengambil alih kepemimpinan Brazil dari Dilma Rousseff pun dibuat tidak tenang.

Surat kabar Folha merilis isi rekaman percakapan yang terjadi pada Maret lalu tersebut antara Juca dan Sergio Machado, seorang mantan eksekutif minyak. Rekaman tersebut diduga dibuat secara diam-diam oleh Machado.

Dalam percakapan tersebut, Juca terdengar menyerukan "pakta nasional" yang isinya menyarankan akan menghentikan pemeriksaan terhadap kasus skandal korupsi Petrobas.

Juca dalam rekaman tersebut mengatakan: "Kita perlu mengubah pemerintah untuk menghentikan 'pendarahan' (penyelidikkan) ini."

"Saya berbicara dengan para jenderal, para komandan militer. Mereka oke oke saja dengan ini, mereka katakan akan menjamin itu," kata Juca dalam rekaman tersebut.

Dia juga mengatakan bahwa rencanannya tersebut sudah ia bicarakan dengan hakim di Mahkamah Agung, yang mengawasi proses pemakzulan. Namun demikian, meski berada di bawah tekanan karena mencuatnya kasus ini, Tener memilih tidak memberikan komentar. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya