Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MALAM yang hendak beranjak menuju dini hari pada Minggu (22/5) itu, menjadi malam yang menakutkan bagi sejumlah anak penghuni asrama di Distrik Wiang Pa Pao, utara Thailand. Sekitar pukul 23.00 waktu setempat, tiba-tiba api berkobar melahap bangunan asrama yang dikelola badan amal Kristen tersebut. Dari sekitar 30-an penghuni asrama, 17 di antara mereka tidak dapat menyelamatkan diri. Korban yang rata-rata perempuan berusia 5 hingga 13 tahun itu tewas terbakar.
Beberapa lainnya terluka dan selamat. Kawasan utara Thailand merupakan rumah bagi suku pegunungan yang tinggal di daerah terpencil yang berbatasan dengan Laos dan Myanmar. Kebanyakan dari mereka merupakan keturunan pengungsi asal Myanmar atau Tiongkok yang hidup dari komunitas peternak dengan dialek dan ritual khas mereka. Anak-anak dari suku pegunungan itu, terutama yang putri, sebagian menghuni asrama tersebut sekaligus menimba ilmu.
Kolonel polisi Kota Chiang Rai, Prayad Singsin mengatakan api berkobar pukul 23,00 saat sebagian penghuni asrama telah terlelap. "Sebanyak 17 anak tewas, sedangkan 5 terluka dan dua di antaranya terluka parah," katanya. Sejauh ini, pihak kepolisian masih mencari penyebab kebakaran yang membakar habis bangunan dua lantai sekolah yang terbuat dari kayu tersebut. Wakil Gubernur Provinsi Chiang Rai, Arkom Sukapan mengatakan terdapat 38 anak di dalam asrama ketika kebakaran terjadi, beberapa di antara mereka belum tertidur sehingga bisa melarikan diri.
"Namun, beberapa anak sedang tertidur dan tidak bisa melarikan diri, menjadi penyebab banyaknya korban tewas," ungkapnya. Seorang anak berumur sekitar 10 tahun yang berhasil melarikan diri mengatakan, "Saya bangun dan melihat banyak asap. Sangat gelap. Api telah membakar lantai bawah, jadi saya memanggil teman-teman." Anak-anak dari suku pegunungan ini kebanyakan tinggal di luar jangkauan sumber daya pemerintah. Hal ini mengakibatkan mereka minim akses pendidikan maupun kesehatan. Kemiskinan membuat mereka mudah menjadi budak para bandar untuk dijadikan kurir narkoba, di sekitar zona yang dikenal dengan sebutan 'Segitiga Emas'.
Pasukan keamanan Thailand kerap terlibat bentrok dengan kurir narkoba dari suku pegunungan di wilayah tersebut.
Ini yang mengakibatkan stigma negatif bagi orang-orang suku pegunungan. Apalagi, media Thailand kerap kali menggambarkan mereka dengan hal-hal yang buruk. Namun, di sisi lain, mereka (suku pegunungan ini) kerap kali cuma dijadikan objek foto bagi turis asing maupun domestik yang mengunjungi Kota Chiang Rai yang merupakan kawasan wisata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved