Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TERPILIHNYA Tsai Ing-wen, Presiden Taiwan yang cenderung bersikap keras terhadap Tiongkok, membuat 'Negeri Tirai Bambu' itu khawatir. Berbagai cara pun dilakukan untuk 'menaklukkan bara' di Pulau Formosa itu, salah satunya kampanye soal nenek moyang Kaisar Kuning (Yellow Emperor). Selama berabad silam, Taiwan dan Tiongkok merupakan saudara serumpun yang bernaung di bawah Kaisar Kuning. Sejarah itu selalu didengungkan pemerintah 'Negeri Tirai Bambu' itu.
Namun, prosesi penghormatan terhadap Kaisar Kuning, yang dianggap pendiri peradaban Tiongkok, itu kini terasa lebih politis. "Bangkitlah Tiongkok, sebuah mimpi seribu tahun, diatur dengan hukum dan kemakmuran moderat untuk semua," kata Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada upacara penghormatan terhadap Kaisar Kuning yang berlangsung di Provinsi Henan, Xinzheng, Tiongkok, belum lama ini.
Ribuan orang membanjiri upacara penghormatan berasal dari berbagai belahan negeri itu. Syal dengan hiasan naga merah menghiasi pakaian hadirin dalam upacara penghormatan kaisar. Pejabat-pejabat Tiongkok itu menyalakan dupa dan khidmat menunduk kepada patung Kaisar Kuning. Selanjutnya, setelah menaruh sesembahan tepat di atas altar, mereka menatap lekat patung Kaisar Kuning sebelum menunduk tanda hormat. Tujuan acara penghormatan terhadap Kaisar Kuning itu diduga menjadi strategi politik Tiongkok untuk memperkukuh legitimasi kekuasaan mereka, sekaligus menekankan hubungan darah Taiwan dan Tiongkok.
"Saya di sini untuk memberikan penghormatan. Ia (Kaisar Kuning) ialah nenek moyang kami dan di sinilah ia lahir," kata Zhou, seorang manajer investasi yang sengaja terbang dari Shanghai ke Henan. Mantan wakil ketua Partai Kuomintang dari Taiwan, Chun Chun-po, juga mengunjungi makam Kaisar Kuning di Provinsi Shaanxi, Tiongkok, meski pada waktu berbeda. "Sebagai keturunan Kaisar Kuning ini merupakan momen terbahagia dalam hidup," kata Chun saat itu. Mitos Kaisar Kuning itu seakan menjadi legitimasi politik bahwa Taiwan tak boleh lepas dari Tiongkok dan prinsip itu pun telah mendarah daging dalam diri mantan presiden Taiwan sebelumnya, Ma Ying-jeou. Pada 1992, dalam KTT antarselat pertama sejak 1949, ia menggemborkan slogan 'kebangsaan Tiongkok' dan 'anak-anak Kaisar Tiongkok'. Xi Jinping kerap kali mengatakan, "Kami saudara, bahkan ketika pendahulu kita terpisah."
Melalui buku-buku sekolah, siswa di Tiongkok dijejali penggambaran Kaisar Kuning sebagai pembangun peradaban Tiongkok yang lahir 5.000 tahun silam. Di buku-buku itu, Kaisar Kuning digambarkan sebagai pendiri budaya Tiongkok dan nenek moyang seluruh rakyat Tiongkok, termasuk 55 etnik minoritas yang sebagian menolak disebut bagian dari Tiongkok. Buku-buku itu menyebut Tiongkok telah lahir 5.000 tahun lalu bersamaan dengan kelahiran sang kaisar saat dinasti Tiongkok pertama berdiri pada 1600 SM. Namun, banyak sejarawan mengatakan sedikit bukti mengenai kehadiran Kaisar Kuning. "Bahkan, saat di bawah pemerintahan Mao Zedong, penyembahan Kaisar Kuning dilihat sebagai tahayul feodal," kata Ren Dahuan, wakil presiden asosiasi penelitian negara Tiongkok kepada AFP.
Namun, anehnya, sekarang Partai Komunis Tiongkok mengatakan 'agama/tradisi' bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sosial yang melebur bersama percepatan ekonomi. Bahkan, sejak 1990-an, untuk mendulang turis dan pemasukan investasi, pemerintah Tiongkok 'menjual' prosesi persembahan terhadap Kaisar Kuning sebagai objek wisata. Upacara tradisi itu mulai resmi disahkan Dewan Negara, kabinet Tiongkok, pada 2008. "Prosesi ini penting dan sengaja dihidupkan karena negara butuh untuk menjelaskan legitimasi mereka," kata Zhu Dake, kritikus budaya Tongji University , Shanghai. Tiongkok berupaya memaksakan identitas tunggal meski populasi negeri itu terdiri atas beragam etnik. "Negara butuh garis darah ini. Ini strategi politik. Tiongkok itu negara multietnik. Rakyat Tiongkok merupakan perpaduan banyak hal ketimbang berasal dari hanya satu nenek moyang," paparnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved