Paus Desak Dunia Atasi Perubahan Iklim

MI
20/6/2015 00:00
Paus Desak Dunia Atasi Perubahan Iklim
(AFP/ALBERTO PIZZOLI)
PAUS Fransiskus, Kamis (18/6), mendesak seluruh masyarakat dunia agar bertindak cepat untuk mengatasi perubahan iklim yang sedang menghancurkan planet ini.

Ia juga meminta negara-negara kaya untuk memikul tanggung jawab karena dianggap menyebabkan permasalahan iklim tersebut.

Dalam sebuah dokumen yang berisi hampir 200 halaman, pemimpin 1,2 miliar umat Katolik itu menyalahkan manusia karena bersifat terlalu serakah dan konsumtif.

"Bumi ini sekarang menjerit. Ia berteriak kepada kita karena kesalahan yang kita buat," tulis Paus dalam ensikliknya.

"Kita menggunakannya dengan tidak bertanggung jawab. Kita menyalahgunakan apa yang sudah dikaruniakan Tuhan," imbuhnya.

Paus asal Argentina itu kemudian mengatakan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini terkait erat dengan ketimpangan sosial dan kehancuran bumi tidak bisa dielakkan lagi.

"Bumi, rumah kita, kini mulai terlihat lebih dan lebih seperti tumpukan kotoran yang sangat besar," imbuh pria berusia 78 tahun itu.

Menanggapi ensiklik Paus itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memuji pernyataan pemimpin umat Katolik itu.

Obama mengatakan AS harus memimpin upaya untuk mengurangi polusi karbon dan meningkatkan sumber energi bersih.

"Saya menyambut baik surat Yang Mulia Paus Fransiskus. Saya sangat mengagumi keputusannya dalam membahas permasalahan ini secara jelas, untuk bertindak terhadap perubahan iklim global," ujar Obama dalam sebuah pernyataan resmi.

Para aktivis lingkungan hidup juga memuji tindakan intervensi Paus.

Mereka menganggap hal tersebut berpotensi menyelesaikan perdebatan tentang apa yang menyebabkan pemanasan global dan bagaimana cara mengatasinya.

"Semua orang, dari golongan apa pun dapat dan harus menanggapi panggilan ini," tegas Direktur Greenpeace International, Kumi Naido. (AFP/Pra/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya